<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7676501844515680434</id><updated>2011-07-31T14:06:23.737+07:00</updated><title type='text'>Corat Coret Boejang Lapoek</title><subtitle type='html'>Selamat datang di blog yang ala kadarnya ini, karena blog ini berisikan semua informasi-informasi. baik dari dalam maupun dari luar... maksudnya ada sebagian blog ini dari sumber lain, yaahhh... sapa tau bermanfaat buat sobat-sobat sekalian...
isinya macem-macem didalam blog ini, pokonya kaya salad from Indonesia, alias Gado-Gado... namanya juga blog ala kadanya, yaaa... jadi isinya campur-campur!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://elwanmio.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Corat Coret Boejang Lapoek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05131352731248192719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/S4N6ByDbYwI/AAAAAAAAAHI/t0pa-t70Sfs/S220/_MG_60690.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7676501844515680434.post-4549013311300565732</id><published>2010-07-22T15:21:00.001+07:00</published><updated>2010-07-22T15:38:29.479+07:00</updated><title type='text'>Carilah Istri Yang Memiliki Agama</title><content type='html'>Bagi pemuda yang sudah mempunyai keinginan untuk meningkah, Carilah wanita yang beragama&lt;br /&gt;Berakhlak baik dan suka kebaikan meskipun ia tidak terlalu kaya, kurang cakap dan tidak begitu&lt;br /&gt;Bagi pandanganmu . Rasulullah sendiri senantiasa mengingatkan supaya mencari wanita yang&lt;br /&gt;Kuat Agamanya supaya kamu mendapatkan manfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Sabda Rasulullah s.a.w:&lt;br /&gt;  ''Dari Abu Hurairah. Nabi s.a.w sabdanya:Orang yang berkawin dengan perempuan karena&lt;br /&gt;Empat perkara yaitu karena hartanya,karena keturunanya,karena kecantikanya,dan karena Agamanya. Oleh sebab itu pilihlah perempuan yang mempunyai Agama. ( karena jika tidak ) Binasalah kedua tanganmu.'' ( Riwayat Muttafaq Alaih )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab hal yang demikian itu,tidak harus menikah karena harta dan kecantikannya saja&lt;br /&gt;Sebab yang demikian itu makruh hukumnya.&lt;br /&gt;              &lt;br /&gt;                 Sabda Rasulullah saw&lt;br /&gt;'' Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah bersabda : Janganlah kamu sekalian menikahi seorang wanita karena kecantikannya , sebab jangan-jangan ia menjadikanya lebih buruk, dan jangan karena hartanya sebab jangan-jangan ia menjadi sombong ( ganas ) baginya, dan kawinilah&lt;br /&gt;Mereka karena agamanya. Seseorang ( hamba perempuan ) yang amat hitam lagi bodoh yang beragama sangat utama ( untuk dikawini ) daripada wanita yang cantik atau kaya yang tidak Beragama.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sebuah Hadist lain menyebutkan tentang siapakah wanita yang terbaik.&lt;br /&gt;Maka Sabda Rasulullah :&lt;br /&gt;Sebaik- Baik Wanita ialah orang yang menyenangkan ( hatimu ), ketika engkau melihatnya, dan tunduk kepadamu ketika engkau menyuruhnya, dan menjaga dirinya dan hartamu ketika Engkau sedang pergi .'' ( Hadist Riwayat Tabarani )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau bagaimanapun bagi seorang laki-laki yang tidak mau menikah atau kawin karena bergelut dengan ilmu atau sibuk beribadah serta menjauhkan diri dari kesibukan dunia, tetapi Hatinya tenang , tentram dan tidak cendrung kepada wanita , maka meninggalkan nikah tidaklah berbahaya. Dengan kata lain tidak berdosa .Ini adalah sebagaimana yang banyak Dilakukan oleh orang-orang soleh yang terdahulu dan sesudahnya ( salafus salih wal khalif )&lt;br /&gt;Ada diantara mereka yang apabila ditanya '' Menagapa tidak mau menikah ?'' )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  '' Mengurusi diriku sendiri saja belum bisa ,haruskah aku mencari orang lain lagi ?&lt;br /&gt;   Jawabnya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Ada di antara mereka yang memberikan jawaban dengan agak sinis apabila ditanya:&lt;br /&gt;   '' Kenapa Anda tidak beristri ?''&lt;br /&gt;   ''Seandainya aku mampu menolak diriku sendiri , sudah aku talak !''&lt;br /&gt;   ( Apalagi yang lain )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan kepada Basyar bin Hars , '' Banyak orang yang membicarakan tentang Dirimu. Mereka berkata bahwa kamu meninggalkan sunnah Rasul. Bagaimana pendapatmu ?''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     '' Katakan  Kepada mereka bahwa ia sedang sibuk mengerjakan yang fardhu ! Jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karna itu , bagi orang yang menikah haruslah disertai dengan niat untuk mendapatkan pertolongan Agama dan Akhirat. Begitu juga dengan orang- orang meninggalkannya hendaklah juga didasari niat menjaga agama dan memilih jalan selamat serta hati-hati . Dengan demikian antara meninggalkan nikah dan mengerjakannya sama-sama mempunyai tujuan yang murni;&lt;br /&gt;Tujuan yang semata-mata untuk mencari jalan lebih medekatkan diri kepad Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menikah atau yang meninggalkannya karena tujuan dunia atau karena menuruti hawa nafsu serta untuk kesenangan semata, Sikap seperti ini adalah jauh dari kebenaran dan bukan mengikuti jejak-jejak orang-oran salih salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*diambil dari sebuah milis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7676501844515680434-4549013311300565732?l=elwanmio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elwanmio.blogspot.com/feeds/4549013311300565732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2010/07/carilah-istri-yang-memiliki-agama.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/4549013311300565732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/4549013311300565732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2010/07/carilah-istri-yang-memiliki-agama.html' title='Carilah Istri Yang Memiliki Agama'/><author><name>Corat Coret Boejang Lapoek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05131352731248192719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/S4N6ByDbYwI/AAAAAAAAAHI/t0pa-t70Sfs/S220/_MG_60690.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7676501844515680434.post-8955740687025557541</id><published>2010-06-20T23:11:00.000+07:00</published><updated>2010-06-20T23:13:59.311+07:00</updated><title type='text'>Perjuangan Seorang Ibu Demi Makan Anaknya!</title><content type='html'>Pernahkah kita mencoba mengingat akan masa lalu………..????&lt;br /&gt;Sembilan bulan kita hidup dalam kandungan sang bunda.&lt;br /&gt;Bunda selalu membawa kita kemanapun ia pergi.&lt;br /&gt;Tak pernah ia berfikir untuk menanggalkan kita walau sejenak.&lt;br /&gt;Lalu kita pun lahir dengan tangis pertama kita menyapa dunia ini.&lt;br /&gt;Bunda pun selalu ikhlas merawat kita dengan penuh kasih sayang.&lt;br /&gt;Kadang kita telah begitu saja mengambil waktu istirahatnya dengan tangis kita di malam hari, mengganti popok kita yang basah, memberikan kita air susu ketika kita lapar dan kita hanya bisa menangis saja ketika itu.&lt;br /&gt;Kita selalu diayun, dipangku dan ditimang-timang, Lalu apa balasan kita waktu itu………..????&lt;br /&gt;Kita sering membuat basah baju bunda dengan air kencing kita dan Bunda tak pernah sekalipun memarahi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia kitapun beranjak perlahan.&lt;br /&gt;Ingatkah ketika hari pertama kita masuk sekolah???&lt;br /&gt;Setiap pagi, Bunda selalu memandikan kita, menyuapi kita, mengantar kita dan menunggui kita!&lt;br /&gt;Bunda begitu sabar mengiringi hari kita di sekolah dan kita hanya bermain ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ketika kita beranjak remaja, Bundapun tak henti untuk menghawatirkan kita..&lt;br /&gt;Ketika kita sering pulang terlambat dengan berbagai alasaan dan Bunda hanya menatap dengan penuh cemas.&lt;br /&gt;Padahal mungkin kita hanya bersenang-senang di luar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah kita pada saat hari raya idul fitri??&lt;br /&gt;Sering bunda membelikan kita baju, sepatu, celana baru, dengan harapan kita akan merasa senang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah pula apa kata kita ketika itu, “Ah….bajunya udah kuno gak mau ah” bunda ‘nggak tau selera anak muda dan bunda hanya tersenyum saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita mengenal cinta akan sesama, sering kita membohongi bunda hanya untuk bercinta semata dan bundapun tak pernah lepaskan kasih sayangnya untuk kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bunda bilang, ”Nak... mestinya kamu sekolah dulu yang benar, jangan dulu berpacaran...””&lt;br /&gt;Lantas kita hanya menjawab ”bu, saya udah gede, saya tau apa yg baik buat saya, ibu jangan terlalu mengatur saya dong!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda hanya tersenyum dan menatap kita dengan penuh kasih sayang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita ingat saat kita memasuki bangku kuliah???&lt;br /&gt;Bunda dengan penuh semangat memberikan biaya kuliah kita yang setinggi langit..&lt;br /&gt;Lalu mungkin kita juga hanya bersenang-senang saja dengan dunia yang sedikit beranjak dewasa dan ketika kita butuh uang utk menuntaskan hasrat cinta muda kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi kita sering membohongi bunda dengan mengatakan, ”bu... saya butuh uang untuk biaya praktikum, kira-kira sekian juta..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bunda bilang ”nak... apa tidak bisa di cicil??&lt;br /&gt;Kita dengan segera menjawab ”gak bisa bu...harus sekali bayar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak pernah tahu apa yang ada di benak bunda ketika itu.&lt;br /&gt;Jika saja bunda tahu bahwa itu hanyalah alasan kita semata karena mungkin saja yang sebenarnya adalah kita butuh uang untuk mentraktir atau menyenangkan pacar tersayang saja dan ternyata bunda selalu saja menyayangi dan berusaha mempercayai kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kita lulus kuliah...&lt;br /&gt;Kita mungkin bisa melihat betapa bangganya bunda mendapati anaknya sudah menjadi seorang sarjana menangis penuh haru bahagia bunda ketika itu&lt;br /&gt;Lalu tak lama setelah itu, tiba-taba... “Bu, sekarang saya sudah dewasa, saya ingin menikahi si anu karena saya mencintai dia, boleh kan bu?”&lt;br /&gt;Mungkin bunda akan bilang ; ”Nak mustinya kamu mencari kerja dulu, lalu setelah sedikit mapan mungkin kamu bisa menikah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa jawab kita : ”Bu! kalo ibu percaya, saya sanggup untuk memberikan makan dia tanpa ibu kasih, saya harap ibu tidak melarang niat saya untuk menikah sekarang, saya sudah dewasa bu, bukan anak kecil yang segalanya harus ibu perhatikan!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan demi kasih sayangnya terhadap kita, maka bundapun sekali lagi meluluskan keinginan kita, sekaligus memberikan kita sedikit bekal untuk mengarungi biduk rumah tangga kita nanti.&lt;br /&gt;Tak berapa lama setelah itu, kitapun merasa sanggup untuk hidup terpisah dari beliau maka sekali lagi kita merajuk pada bunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat bunda sudah memasuki hari tuanya, kita pun meninggalkan dia dalam hari-hari senjanya.&lt;br /&gt;Dan bunda tak pernah meminta kita untuk menemaninya karena bunda pikir anaknya sudah mempunyai kehidupan sendiri.&lt;br /&gt;Bertahun-tahun kita meninggalkan bunda dan mungkin hanya setahun sekali saja kita menengok dia, itupun pada saat Hari Raya saja.&lt;br /&gt;Lalu, ketika Bunda sakit di hari tuanya,&lt;br /&gt;Mungkin bunda mengharapkan kasih sayang anaknya bisa sedikit menghibur dia.&lt;br /&gt;Tapi, sering kita mengabaikan harapan bunda……&lt;br /&gt;Kita mungkin merasa direpotkan hanya dengan mengurusi seorang wanita tua yang sudah tak berdaya itu, .maka dengan tanpa ragu lagi kita antarkan bunda pada sebuah panti jompo, kita tinggalkan bunda dengan segala harapannya terhadap kita.&lt;br /&gt;Lalu pada saat Allah hendak menjemput dia, kita mungkin sedang tenggelam dalam kehidupan yang sudah menyita sebagian hati nurani kita.&lt;br /&gt;Hingga satu hari terdengar bunyi dering telepon yang memberikan kabar bahwa bunda telah tiada.&lt;br /&gt;Dan aku tak berani bilang bahwa mungkin saja hati kita sudah bebal dan telinga kita sudah tuli akan kenyataan ini.&lt;br /&gt;Ada sesal mungkin di sana, .sesal yang tak akan terbalas dengan sejuta tetesan air mata kita.&lt;br /&gt;Dan kitapun hanya meratapi kepergian bunda, ya bunda yang sudah mencetak kita dengan segenap kasih sayang bunda yang tak terperi ketulusannya, sesal yang tiada guna ketika kita tahu bunda pergi bersama setitik harapan bunda bahwa dia ingin anaknya ada ketika hembusan nafasnya yang terakhir memutuskan kehidupannya.&lt;br /&gt;Dan kita hanya terpekur menatap bekunya batu nisan bertahtakan nama bunda. Itupun jika masih ada secuil nurani kita yang masih berwarna putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutuliskan ini, untuk mengenang bahwa bunda adalah pembawa syurga buat anaknya, mungkin ini tak semua benar, tapi tak mustahil ini terjadi dan ada di dunia ini.&lt;br /&gt;Bunda, .aku menyayangi bunda seperti aku menyayangi syurgaNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan anakmu ya bunda.&lt;br /&gt;Peluk cium anakmu selalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;*Sumbernya &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/muhammad-r-novelwan/perjuangan-seorang-ibu-demi-makan-anaknya/387924274078"&gt;Disini!&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7676501844515680434-8955740687025557541?l=elwanmio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elwanmio.blogspot.com/feeds/8955740687025557541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2010/06/perjuangan-seorang-ibu-demi-makan.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/8955740687025557541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/8955740687025557541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2010/06/perjuangan-seorang-ibu-demi-makan.html' title='Perjuangan Seorang Ibu Demi Makan Anaknya!'/><author><name>Corat Coret Boejang Lapoek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05131352731248192719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/S4N6ByDbYwI/AAAAAAAAAHI/t0pa-t70Sfs/S220/_MG_60690.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7676501844515680434.post-6415735870030586363</id><published>2010-02-24T12:55:00.000+07:00</published><updated>2010-02-24T12:56:42.846+07:00</updated><title type='text'>Nikah Siri Menurut Hukum Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nikah siri masih sering kita dengar perdebatannya. Ada yang mengatakan bahwa Nikah Siri itu sah(legal) dan ada juga yang mengatakan Nikah Siri itu tidak sah(ilegal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telah mengutip subuah artikel  dari &lt;i&gt;HTI Press&lt;/i&gt; yang menjelaskan mengenai akibat-akibat yang ditimbulkan oleh Nikah Siri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Definisi dan Alasan Melakukan Pernikahan Siri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan siri sering diartikan oleh masyarakat umum dengan; &lt;b&gt;Pertama,&lt;/b&gt; Pernikahan tanpa wali. Pernikahan semacam ini dilakukan secara rahasia(siri) dikarenakan pihak wali perempuan tidak setuju atau karena menganggap absah pernikahan tanpa wali atau hanya karena ingin memuaskan nafsu syahwat belaka tanpa mengindahkan lagi ketentuan-ketentuan syariat. &lt;b&gt;kedua,&lt;/b&gt; Pernikahan yang sah secara agama namun tidak dicatatkan dalam lembaga pencatatan negara. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang tidak mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan sipil negara. Ada yang karena faktor biaya, alias tidak mampu membayar administrasi pencatatan ada pula yang disebabkan karena takut ketahuan melanggar aturan yang melarang pegawai negeri nikah lebih dari satu dan lain sebagainya. &lt;b&gt;Ketiga,&lt;/b&gt; Pernikahan yang dirahasiakan karena pertimbangan-pertimbangan tertentu, misalnya karena takut mendapatkan stigma negatif dari masyarakat yang terlanjur menganggap tabu pernikahan siri atau karena pertimbangan-pertimbangan rumit yang memaksa seseorang untuk merahasiakan pernikahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hukum syariat atas ketiga fakta tersebut adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hukum Pernikahan Tanpa Wali&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mengenai fakta pertama, yakni pernikahan tanpa wali : sesungguhnya Islam telah melarang seorang wanita menikah tanpa wali. Ketentuan semacam ini didasarkan pada sebuah hadits yang dituturkan dari sahabat Abu Musa ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا نكاح إلا بولي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali.” [HR yang lima kecuali Imam An Nasaaiy, lihat, Imam Asy Syaukani, Nailul Authar VI: 230 hadits ke 2648].&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan dalalah al-iqtidla’, kata ”laa” pada hadits menunjukkan pengertian ‘tidak sah’, bukan sekedar ’tidak sempurna’ sebagaimana pendapat sebagian ahli fikih. Makna semacam ini dipertegas dan diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra, bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أيما امرأة نكحت بغير إذن وليها فنكاحها باطل, فنكاحها باطل , فنكاحها باطل&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Wanita mana pun yang menikah tanpa mendapat izin walinya, maka pernikahannya batil; pernikahannya batil; pernikahannya batil”. [HR yang lima kecuali Imam An Nasaaiy. Lihat, Imam Asy Syaukaniy, Nailul Authar VI: 230 hadits ke 2649].&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurayrah ra juga meriwayatkan sebuah hadits, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا تزوج المرأة المرأة لا تزوج نفسها فإن الزانية هي التي تزوج نفسها&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Seorang wanita tidak boleh menikahkan wanita lainnya. Seorang wanita juga tidak berhak menikahkan dirinya sendiri. Sebab, sesungguhnya wanita pezina itu adalah (seorang wanita) yang menikahkan dirinya sendiri”. (HR Ibn Majah dan Ad Daruquthniy. Lihat, Imam Asy Syaukaniy, Nailul Authar VI: 231 hadits ke 2649)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits-hadits di atas dapatlah disimpulkan bahwa pernikahan tanpa wali adalah pernikahan batil. Pelakunya telah melakukan maksiyat kepada Allah SWT, dan berhak mendapatkan sanksi di dunia. Hanya saja, syariat belum menetapkan bentuk dan kadar sanksi bagi orang-orang yang terlibat dalam pernikahan tanpa wali. Oleh karena itu, kasus pernikahan tanpa wali dimasukkan ke dalam bab ta’zir, dan keputusan mengenai bentuk dan kadar sanksinya diserahkan sepenuhnya kepada seorang qadliy (hakim). Seorang hakim boleh menetapkan sanksi penjara, pengasingan, dan lain sebagainya kepada pelaku pernikahan tanpa wali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nikah Tanpa Dicatatkan Pada Lembaga Pencatatan Sipil&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun fakta pernikahan siri kedua, yakni pernikahan yang sah menurut ketentuan syariat namun tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil, sesungguhnya ada dua hukum yang harus dikaji secara berbeda, yakni : &lt;b&gt;1.&lt;/b&gt; hukum pernikahannya, dan &lt;b&gt;2.&lt;/b&gt; hukum tidak mencatatkan pernikahan di lembaga pencatatan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari aspek pernikahannya, nikah siri tetap sah menurut ketentuan syariat, dan pelakunya tidak boleh dianggap melakukan tindak kemaksiyatan, sehingga berhak dijatuhi sanksi hukum. Pasalnya, suatu perbuatan baru dianggap kemaksiyatan dan berhak dijatuhi sanksi di dunia dan di akherat, ketika perbuatan tersebut terkategori ”mengerjakan yang haram” dan ”meninggalkan yang wajib”. Seseorang baru absah dinyatakan melakukan kemaksiyatan ketika ia telah mengerjakan perbuatan yang haram, atau meninggalkan kewajiban yang telah ditetapkan oleh syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula orang yang meninggalkan atau mengerjakan perbuatan-perbuatan yang berhukum sunnah, mubah, dan makruh, maka orang tersebut tidak boleh dinyatakan telah melakukan kemaksiyatan sehingga berhak mendapatkan sanksi di dunia maupun di akherat. Untuk itu, seorang qadliy tidak boleh menjatuhkan sanksi kepada orang-orang yang meninggalkan perbuatan sunnah, dan mubah atau mengerjakan perbuatan mubah atau makruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang baru berhak dijatuhi sanksi hukum di dunia ketika orang tersebut &lt;b&gt;pertama,&lt;/b&gt; meninggalkan kewajiban, seperti meninggalkan shalat, jihad, dan lain sebagainya, &lt;b&gt;kedua,&lt;/b&gt; mengerjakan tindak haram, seperti minum khamer dan mencaci Rasul SAW dan lain sebagainya, &lt;b&gt;ketiga,&lt;/b&gt; melanggar aturan-aturan administrasi negara, seperti melanggar peraturan lalu lintas, perijinan mendirikan bangunan, dan aturan-aturan lain yang telah ditetapkan oleh negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa pernikahan yang tidak dicatatkan di lembaga pencatatan negara tidak boleh dianggap sebagai tindakan kriminal sehingga pelakunya berhak mendapatkan dosa dan sanksi di dunia. Pasalnya, pernikahan yang ia lakukan telah memenuhi rukun-rukun pernikahan yang digariskan oleh Allah SWT. Adapun rukun-rukun pernikahan adalah sebagai berikut : &lt;b&gt;1.&lt;/b&gt; ada wali, &lt;b&gt;2.&lt;/b&gt; ada dua orang saksi, dan &lt;b&gt;3&lt;/b&gt; ada ijab qabul. Jika tiga hal ini telah dipenuhi, maka pernikahan seseorang dianggap sah secara syariat walaupun tidak dicatatkan dalam pencatatan sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Adapun berkaitan hukum tidak mencatatkan pernikahan di lembaga pencatatan negara, maka kasus ini dapat dirinci sebagai berikut.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama,&lt;/b&gt; pada dasarnya, fungsi pencatatan pernikahan pada lembaga pencatatan sipil adalah agar seseorang memiliki alat bukti(bayyinah) untuk membuktikan bahwa dirinya benar-benar telah melakukan pernikahan dengan orang lain. Sebab, salah bukti yang dianggap absah sebagai bukti syar’iy(bayyinah syar’iyyah) adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh negara. Ketika pernikahan dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil, tentunya seseorang telah memiliki sebuah dokumen resmi yang bisa ia dijadikan sebagai alat bukti(bayyinah) di hadapan majelis peradilan, ketika ada sengketa yang berkaitan dengan pernikahan, maupun sengketa yang lahir akibat pernikahan, seperti waris, hak asuh anak, perceraian, nafkah, dan lain sebagainya. Hanya saja, dokumen resmi yang dikeluarkan oleh negara, bukanlah satu-satunya alat bukti syar’iy. Kesaksian dari saksi-saksi pernikahan atau orang-orang yang menyaksikan pernikahan, juga absah dan harus diakui oleh negara sebagai alat bukti syar’iy. Negara tidak boleh menetapkan bahwa satu-satunya alat bukti untuk membuktikan keabsahan pernikahan seseorang adalah dokumen tertulis. Pasalnya, syariat telah menetapkan keabsahan alat bukti lain selain dokumen tertulis, seperti kesaksian saksi, sumpah, pengakuan(iqrar), dan lain sebagainya. Berdasarkan penjelasan ini dapatlah disimpulkan bahwa, orang yang menikah siri tetap memiliki hubungan pewarisan yang sah, dan hubungan-hubungan lain yang lahir dari pernikahan. Selain itu, kesaksian dari saksi-saksi yang menghadiri pernikahan siri tersebut sah dan harus diakui sebagai alat bukti syar’iy. Negara tidak boleh menolak kesaksian mereka hanya karena pernikahan tersebut tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil; atau tidak mengakui hubungan pewarisan, nasab, dan hubungan-hubungan lain yang lahir dari pernikahan siri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua,&lt;/b&gt; pada era keemasan Islam, di mana sistem pencatatan telah berkembang dengan pesat dan maju, tidak pernah kita jumpai satupun pemerintahan Islam yang mempidanakan orang-orang yang melakukan pernikahan yang tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan resmi negara. Lebih dari itu, kebanyakan masyarakat pada saat itu, melakukan pernikahan tanpa dicatat di lembaga pencatatan sipil. Tidak bisa dinyatakan bahwa pada saat itu lembaga pencatatan belum berkembang, dan keadaan masyarakat saat itu belumnya sekompleks keadaan masyarakat sekarang. Pasalnya, para penguasa dan ulama-ulama kaum Muslim saat itu memahami bahwa hukum asal pencatatan pernikahan bukanlah wajib, akan tetapi mubah. Mereka juga memahami bahwa pembuktian syar’iy bukan hanya dokumen tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw sendiri melakukan pernikahan, namun kita tidak pernah menemukan riwayat bahwa melakukan pencatatan atas pernikahan beliau, atau beliau mewajibkan para shahabat untuk mencatatkan pernikahan mereka walaupun perintah untuk menulis(mencatat) beberapa muamalah telah disebutkan di dalam al-Quran, misalnya firman Allah swt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللَّهُ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئًا فَإِنْ كَانَ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيهًا أَوْ ضَعِيفًا أَوْ لَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِ وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِنْ رِجَالِكُمْ فَإِنْ لَمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاءِ أَنْ تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَى وَلَا يَأْبَ الشُّهَدَاءُ إِذَا مَا دُعُوا وَلَا تَسْأَمُوا أَنْ تَكْتُبُوهُ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا إِلَى أَجَلِهِ ذَلِكُمْ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ وَأَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَأَدْنَى أَلَّا تَرْتَابُوا إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلَّا تَكْتُبُوهَا وَأَشْهِدُوا إِذَا تَبَايَعْتُمْ وَلَا يُضَارَّ كَاتِبٌ وَلَا شَهِيدٌ وَإِنْ تَفْعَلُوا فَإِنَّهُ فُسُوقٌ بِكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki diantaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu, (Tulislah mu`amalahmu itu), kecuali jika mu`amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.[TQS AL Baqarah (2):282&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga,&lt;/b&gt; dalam khazanah Peradilan Islam, memang benar, negara berhak menjatuhkan sanksi mukhalafat kepada orang yang melakukan tindakan mukhalafat. Pasalnya, negara (dalam hal ini seorang Khalifah dan orang yang diangkatnya) mempunyai hak untuk menetapkan aturan-aturan tertentu untuk mengatur urusan-urusan rakyat yang belum ditetapkan ketentuan dan tata cara pengaturannya oleh syariat; seperti urusan lalu lintas, pembangunan rumah, eksplorasi, dan lain sebagainya. Khalifah memiliki hak dan berwenang mengatur urusan-urusan semacam ini berdasarkan ijtihadnya. Aturan yang ditetapkan oleh khalifah atau qadliy dalam perkara-perkara semacam ini wajib ditaati dan dilaksanakan oleh rakyat. Siapa saja yang melanggar ketetapan khalifah dalam urusan-urusan tersebut, maka ia telah terjatuh dalam tindakan mukhalafat dan berhak mendapatkan sanksi mukhalafat. Misalnya, seorang khalifah berhak menetapkan jarak halaman rumah dan jalan-jalan umum, dan melarang masyarakat untuk membangun atau menanam di sampingnya pada jarak sekian meter. Jika seseorang melanggar ketentuan tersebut, khalifah boleh memberi sanksi kepadanya dengan denda, cambuk, penjara, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah juga memiliki kewenangan untuk menetapkan takaran, timbangan, serta ukuran-ukuran khusus untuk pengaturan urusan jual beli dan perdagangan. Ia berhak untuk menjatuhkan sanksi bagi orang yang melanggar perintahnya dalam hal tersebut. Khalifah juga memiliki kewenangan untuk menetapkan aturan-aturan tertentu untuk kafe-kafe, hotel-hotel, tempat penyewaan permainan, dan tempat-tempat umum lainnya; dan ia berhak memberi sanksi bagi orang yang melanggar aturan-aturan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dalam hal pengaturan urusan pernikahan. Khalifah boleh saja menetapkan aturan-aturan administrasi tertentu untuk mengatur urusan pernikahan; misalnya, aturan yang mengharuskan orang-orang yang menikah untuk mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan resmi negara, dan lain sebagainya. Aturan semacam ini wajib ditaati dan dilaksanakan oleh rakyat. Untuk itu, negara berhak memberikan sanksi bagi orang yang tidak mencatatkan pernikahannya ke lembaga pencatatan negara. Pasalnya, orang yang tidak mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan negara, padahal negara telah menetapkan aturan tersebut dan telah terjatuh pada tindakan mukhalafat. Bentuk dan kadar sanksi mukhalafat diserahkan sepenuhnya kepada khalifah dan orang yang diberinya kewenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi catatan di sini adalah, pihak yang secara syar’iy absah menjatuhkan sanksi mukhalafat hanyalah seorang khalifah yang dibai’at oleh kaum Muslim, dan orang yang ditunjuk oleh khalifah. Selain khalifah, atau orang-orang yang ditunjuknya, tidak memiliki hak dan kewenangan untuk menjatuhkan sanksi mukhalafat. Atas dasar itu, kepala negara yang tidak memiliki aqad bai’at dengan rakyat, maka kepala negara semacam ini tidak absah menjatuhkan sanksi mukhalafat kepada rakyatnya. Sebab, seseorang baru berhak ditaati dan dianggap sebagai kepala negara jika rakyat telah membai’atnya dengan bai’at in’iqad dan taat. Adapun orang yang menjadi kepala negara tanpa melalui proses bai’at dari rakyat (in’iqad dan taat), maka ia bukanlah penguasa yang sah, dan rakyat tidak memiliki kewajiban untuk mentaati dan mendengarkan perintahnya. Lebih-lebih lagi jika para penguasa itu adalah para penguasa yang menerapkan sistem kufur alas demokrasi dan sekulerisme, maka rakyat justru tidak diperkenankan memberikan ketaatan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat,&lt;/b&gt; jika pernikahan siri dilakukan karena faktor biaya, maka pada kasus semacam ini negara tidak boleh mempidanakan dan menjatuhkan sanksi mukhalafat kepada pelakunya. Pasalnya, orang tersebut tidak mencatatkan pernikahannya dikarenakan ketidakmampuannya, sedangkan syariat tidak membebani seseorang di luar batas kemampuannya. Oleh karena itu, Negara tidak boleh mempidanakan orang tersebut, bahkan wajib memberikan pelayanan pencatatan gratis kepada orang-orang yang tidak mampu mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelima,&lt;/b&gt; pada dasarnya, Nabi saw telah mendorong umatnya untuk menyebarluaskan pernikahan dengan menyelenggarakan walimatul ‘ursy. Anjuran untuk melakukan walimah, walaupun tidak sampai berhukum wajib akan tetapi nabi sangat menganjurkan(sunnah muakkadah). Nabi saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Adakah walimah walaupun dengan seekor kambing”.[HR. Imam Bukhari dan Muslim]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal-hal positif yang dapat diraih seseorang dari penyiaran pernikahan; di antaranya adalah &lt;b&gt;1.&lt;/b&gt; untuk mencegah munculnya fitnah di tengah-tengah masyarakat, &lt;b&gt;2.&lt;/b&gt; memudahkan masyarakat untuk memberikan kesaksiannya, jika kelak ada persoalan-persoalan yang menyangkut kedua mempelai, &lt;b&gt;3.&lt;/b&gt; memudahkan untuk mengidentifikasi apakah seseorang sudah menikah atau belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal semacam ini tentunya berbeda dengan pernikahan yang tidak disiarkan, atau dirahasiakan(siri). Selain akan menyebabkan munculnya fitnah, misalnya jika perempuan yang dinikahi siri hamil, maka akan muncul dugaan-dugaan negatif dari masyarakat terhadap perempuan tersebut, pernikahan siri juga akan menyulitkan pelakunya ketika dimintai persaksian mengenai pernikahannya. Jika ia tidak memiliki dokumen resmi, maka dalam semua kasus yang membutuhkan persaksian, ia harus menghadirkan saksi-saksi pernikahan sirinya dan hal ini tentunya akan sangat menyulitkan dirinya. Atas dasar itu, anjuran untuk mencatatkan pernikahan di lembaga pencatatan negara menjadi relevan, demi mewujudkan kemudahan-kemudahan bagi suami isteri dan masyarakat serta untuk mencegah adanya fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahaya Terselubung Surat Nikah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun pencatatan pernikahan bisa memberikan implikasi-implikasi positif bagi masyarakat, hanya saja keberadaan surat nikah sering kali juga membuka ruang bagi munculnya praktek-praktek menyimpang di tengah masyarakat. Lebih-lebih lagi, pengetahuan masyarakat tentang aturan-aturan Islam dalam hal pernikahan, talak, dan hukum-hukum ijtimaa’iy sangatlah rendah, bahwa mayoritas tidak mengetahui sama sekali. Diantara praktek-praktek menyimpang dengan mengatasnamakan surat nikah adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama,&lt;/b&gt; ada seorang suami mentalak isterinya sebanyak tiga kali, namun tidak melaporkan kasus perceraiannya kepada pengadilan agama, sehingga keduanya masih memegang surat nikah. Ketika terjadi sengketa waris atau anak, atau sengketa-sengketa lain, salah satu pihak mengklaim masih memiliki ikatan pernikahan yang sah, dengan menyodorkan bukti surat nikah. Padahal, keduanya secara syar’iy benar-benar sudah tidak lagi menjadi suami isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua,&lt;/b&gt; surat nikah kadang-kadang dijadikan alat untuk melegalkan perzinaan atau hubungan tidak syar’iy antara suami isteri yang sudah bercerai. Kasus ini terjadi ketika suami isteri telah bercerai, namun tidak melaporkan perceraiannya kepada pengadilan agama, sehingga masih memegang surat nikah. Ketika suami isteri itu merajut kembali hubungan suami isteri padahal mereka sudah bercerai, maka mereka akan terus merasa aman dengan perbuatan keji mereka dengan berlindung kepada surat nikah. Sewaktu-waktu jika ia tertangkap tangan sedang melakukan perbuatan keji, keduanya bisa berdalih bahwa mereka masih memiliki hubungan suami isteri dengan menunjukkan surat nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa bahaya terselubung di balik surat nikah. Oleh karena itu, penguasa tidak cukup menghimbau masyarakat untuk mencatatkan pernikahannya pada lembaga pencatatan sipil negara, akan tetapi juga berkewajiban mendidik masyarakat dengan hukum syariat agar masyarakat semakin memahami hukum syariat, dan mengawasi dengan ketat penggunaan dan peredaran surat nikah di tengah-tengah masyarakat, agar surat nikah tidak justru disalahgunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, penguasa juga harus memecahkan persoalan perceraian yang tidak dilaporkan di pengadilan agama, agar status hubungan suami isteri yang telah bercerai menjadi jelas. Wallahu a’lam bi al-shawab. (Syamsuddin Ramadhan An Nawiy).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7676501844515680434-6415735870030586363?l=elwanmio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elwanmio.blogspot.com/feeds/6415735870030586363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2010/02/nikah-siri-menurut-hukum-islam.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/6415735870030586363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/6415735870030586363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2010/02/nikah-siri-menurut-hukum-islam.html' title='Nikah Siri Menurut Hukum Islam'/><author><name>Corat Coret Boejang Lapoek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05131352731248192719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/S4N6ByDbYwI/AAAAAAAAAHI/t0pa-t70Sfs/S220/_MG_60690.jpg'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7676501844515680434.post-854012558442270591</id><published>2010-02-01T21:32:00.001+07:00</published><updated>2010-02-01T22:11:03.615+07:00</updated><title type='text'>Perbedaan Serta Kelebihan Antara Pria dan Wanita</title><content type='html'>Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Wanita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Wanita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Wanita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Wanita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Wanita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Wanita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 7. Talak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terletak di tangan suami dan bukan isteri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Wanita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya,&lt;br /&gt;Mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk &lt;b&gt;"MEMERDEKAKAN WANITA".&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ibarat Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik,sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan?&lt;br /&gt;Itulah bandingannya dengan seorang WANITA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali&lt;br /&gt;lebih utama daripada kepada bapaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan,ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak,tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, yaitu :&lt;br /&gt;Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.&lt;br /&gt;Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki,yaitu :&lt;br /&gt;suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang&lt;br /&gt;disukainya, cukup dengan 4 syarat saja,yaitu: Sholat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Seorang Lelaki, wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sayangnya ALLAH pada wanita...&lt;br /&gt;Yakinlah, Bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia.&lt;br /&gt;Jagalah isterimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu, sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan agar kita (kaum lelaki) berbuat baik selalu (gently) terhadap isterimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sabda Rasulullah bahwa ketika kita memiliki dua atau lebih&lt;br /&gt;anak perempuan, mampu menjaga dan mengantarkannya menjadi muslimah yang baik,&lt;br /&gt;maka surga adalah jaminannya. (untuk anak laki2 berlaku kaidah yang berbeda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah wahai para muslimah! Jangan risau hanya untuk apresiasi absurd dan semu di dunia ini. Tunaikan dan tegakkan kewajiban Agamamu, niscaya surga menantimu... Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;*repost dari beberapa sumber&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7676501844515680434-854012558442270591?l=elwanmio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elwanmio.blogspot.com/feeds/854012558442270591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2010/02/perbedaan-serta-kelebihan-antara-pria.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/854012558442270591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/854012558442270591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2010/02/perbedaan-serta-kelebihan-antara-pria.html' title='Perbedaan Serta Kelebihan Antara Pria dan Wanita'/><author><name>Corat Coret Boejang Lapoek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05131352731248192719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/S4N6ByDbYwI/AAAAAAAAAHI/t0pa-t70Sfs/S220/_MG_60690.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7676501844515680434.post-4283474953735041913</id><published>2010-01-10T21:40:00.000+07:00</published><updated>2010-01-10T21:42:45.120+07:00</updated><title type='text'>ORANG BODOH VS ORANG PINTAR....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: left; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;cobalah anda renungkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ORANG BODOH VS ORANG PINTAR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Orang bodoh sering melakukan kesalahan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; maka dia rekrut orang pintar yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; membayari proposal yang diajukan orang pintar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,maka dia menyuruh orang pintar untuk membuatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; sementara itu orang pintar percaya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; panjang-panjang oleh orang pintar. Walhasil orang orang pintar menjadi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; staf-nya orang bodoh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; ‘meratap-ratap’ kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Bill Gate, Dell, Henry Ford,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Adalah orang-orangyang tidak pernah dapat S1, tapi kemudian menjadi kaya raya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERTANYAAN :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh??&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Mana yang lebih mulia antara orang pinter atau orang bodoh??&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh??&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KESIMPULAN:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Jangan lama-lama jadi orang pinter, lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Kata kunci nya adalah ‘resiko’ dan ‘berusaha’,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Orang pinter perpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Dan mengabdi pada orang bodoh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;           &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7676501844515680434-4283474953735041913?l=elwanmio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elwanmio.blogspot.com/feeds/4283474953735041913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2010/01/orang-bodoh-vs-orang-pintar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/4283474953735041913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/4283474953735041913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2010/01/orang-bodoh-vs-orang-pintar.html' title='ORANG BODOH VS ORANG PINTAR....'/><author><name>Corat Coret Boejang Lapoek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05131352731248192719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/S4N6ByDbYwI/AAAAAAAAAHI/t0pa-t70Sfs/S220/_MG_60690.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7676501844515680434.post-3008386704139478638</id><published>2009-12-29T23:43:00.000+07:00</published><updated>2009-12-29T23:47:43.520+07:00</updated><title type='text'>Beda Antara Suka, Cinta, dan Sayang</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mungkin kita masih sulit membedakan antara suka, cinta dan sayang...&lt;br /&gt;tetapi kalo kita cermati benar-benar, maka akan tampak suatu perbedaan antara suka, cinta dan sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena disaat kita berhadapan dengan orang yang kita cintai, pasti jantung tiba-tiba berdebar lebih cepat. dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;disaat kita berhadapan dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;orang yang kita sukai, pasti hanya merasa senang dan bahagia saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lalu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; disaat kita berhadapan dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;orang yang kita cintai, pasti kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dan disaat kita berhadapan dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;orang yang kita sukai, pasti kata-kata yang keluar dari pikiran saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rasaan cinta sebenernya dimulai dari mata dan rasa suka dimulai dari telinga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadi jika kita mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga saja, maka semua itu akan hilang dengan sendirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tetapi, jika kita mencoba menutup mata dari orang yang kita cinta, maka cinta itu akan berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihati dan dalam waktu yang cukup lama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta, ada lagi perasaan yang lebih mendalam, yaitu rasa sayang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rasa sayang tidak akan hilang secepat rasa cinta dan rasa yang tidak mudah untuk berubah. Perasaan yang dapat membuat kita berkorban untuk orang yang kita sayang. Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kita sayangi dan cinta yang ingin selalu dimiliki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tetapi, rasa sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia. walaupun harus kehilangan orang yang kita sayang.&lt;/span&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7676501844515680434-3008386704139478638?l=elwanmio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elwanmio.blogspot.com/feeds/3008386704139478638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/12/beda-antara-suka-cinta-dan-sayang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/3008386704139478638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/3008386704139478638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/12/beda-antara-suka-cinta-dan-sayang.html' title='Beda Antara Suka, Cinta, dan Sayang'/><author><name>Corat Coret Boejang Lapoek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05131352731248192719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/S4N6ByDbYwI/AAAAAAAAAHI/t0pa-t70Sfs/S220/_MG_60690.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7676501844515680434.post-2738423176787831618</id><published>2009-12-29T22:34:00.001+07:00</published><updated>2009-12-29T22:57:17.066+07:00</updated><title type='text'>Tips Cara Memilih Calon Isteri, Jodoh, Pacar &amp; Kriteria Pemilihan Pasangan Hidup Yang Baik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;font-size:100%;" &gt;Menikah alias kawin yang baik hanya dilakukan satu kali seumur hidup dan kita akan terus hidup bersama dengan orang yang kita pilih sebagai isteri kita beserta anak yang mungkin kita hasilkan dari pernikahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih pasangan hidup yang tepat adalah salah satu bagian terpenting dalam hidup, dengan demikian banyak aspek dan faktor serta kriteria pemilihan yang harus dihitung dengan matang. Gadis/janda semua sama saja di mana anda harus melakukan penjajakan yang cukup sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;font-size:100%;" &gt;Kesalahan memilih wanita/perempuan yang kita nikahi akan berdampak buruk pada kualitas hidup kita di masa depan. Cerai adalah pilihan yang sangat buruk yang bisa diambil ketika semua cara dan upaya telah dicoba untuk membuat hubungan menjadi baik tidak berhasil dan dapat membahayakan jika terus dibiarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;font-size:100%;" &gt;Pacaran merupakan salah satu upaya untuk menemukan pasangan hidup yang tepat. Pacaran yang baik tidak melakukan apa yang boleh dilakukan pasangan yang sudah menikah. Melakukan hubungan suami istri yang tidak semestinya justru akan berdampak buruk pada hubungan setelah menikah maupun hubungan setelah menikah dengan gadis lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;font-size:100%;" &gt;Berikut ini adalah Kriteria Pemilihan Calon Isteri Yang Baik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Saling Jujur/Tidak Suka Bohong, Cinta Dan Setia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;font-size:100%;" &gt;Pilih wanita yang dapat dipegang kata-katanya dan hanya akan berbohong untuk kepentingan keluarga yang positif. Jika suka bohong anda akan dibuat pusing sama istri anda kelak. Wanita yang setia pada anda akan selalu mencintai anda dan akan selalu berada di samping anda ke mana pun anda pergi dan dalam kondisi apa pun. Cinta juga menjadi yang sangat penting, karena cinta adalah modal dasar dari hubungan suami istri yang baik dan sebaiknya sudah ada sejak status masih pacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Penampilan Menarik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya anda mencari perempuan yang dari fisik anda suka namun bukan hasil permak atau dandan tebal. Menarik tidak harus selalu cantik, cakep, ayu, menor, seksi, imut, manis dan sebagainya, tetapi yang tidak membuat anda benci jika melihatnya. Sebisa mungkin cari yang jika anda prediksi puluhan tahun mendatang tetap dapat membuat anda tersenyum bahagia ketika memandang wajahnya. Jangan lupa dengan penampilan anda sendiri ketika sudah menikah. Jangan buat si dia ilfil dan jadi benci sama anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica; font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;3. Taat Ibadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;font-size:100%;" &gt;Ini hal yang penting bagi masa depan keluarga anda. Anak-anak anda nanti akan dibimbing lebih banyak oleh sang ibu. Jika ibunya ugal-ugalan nggak bener kelakuannya, maka bisa ditiru oleh anak. Cari wanita solehah yang dapat mendidik anak-anak menjadi manusia yang berakhlak soleh dan mempengaruhi anda untuk beribadah lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Pandai/Pintar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;font-size:100%;" &gt;Jangan mencari jodoh gadis kampung atau cewek kota yang memiliki intelegensia di bawah rata-rata. Penampilan hanya luar saja yang cuma enak dalam urusan ranjang serta bisa selalu kita atur dan mungkin bisa kita bobongi, selingkuh di belakangnya, menikah lagi/kawin lagi, dll. Akan tetapi wanita yang bodoh tidak akan mampu membantu mencari solusi pada saat-saat diperlukan dan mungkin akan terkekang selama hidup dengan kita karena harus selalu menurut pada sang suami. Istri yang pintar bisa membantu mengatur rumah tangga dan mungkin bisa juga membantu finansial/keuangan keluarga dengan melakuka usaha sampingan atau bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Tidak Materialistis/Bukan Cewe Matre&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;font-size:100%;" &gt;Jangan cuma cari cewek dari cantiknya saja, tapi dari hatinya. Sebanyak apapun uang yang kita dapat dari bekerja tidak akan cukup untuk menghidupi seorang isteri matre. Bisa jadi ketika anda sudah tidak punya uang dan pekerjaan layak anda akan ditinggalkan sendiri begitu saja bersama anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Kalem/Emosi Stabil Rendah Dan Dapat Menghibur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;font-size:100%;" &gt;Istri yang murah senyum, lemah lembut, tidak suka marah dan tidak mudah stres menghadapi problema hidup adalah istri yang baik. Sebelum kawin dan selama berpacaran anda wajib melakukan pengamatan emosional, sikap dan perilaku. Jika pacar anda gampang sekali marah meledak-ledak dan tidak bisa diubah sebaiknya tinggalkan saja. Hidup dimarahi isteri terus-menerus akan membuat anda menderita. Istri yang baik adalah istri yang bisa menghibur di kala suka dan duka dalam berbagai kondisi baik terhadap suami maupun terhadap anak. Pilih juga yang mencintai keluarganya dan keluarga kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Sehat Jasmani Dan Rohani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;font-size:100%;" &gt;Pilihlah yang dari segi fisik dan mental/jasmani dan rohani yang sehat wal'afiat. Pilih yang sehat, cerah, gesit, kuat, dan tidak mudah sakit. Dari segi kesuburanpun juga penting jika anda ingin punya keturunan. Jika belum yakin maka sebaiknya anda melakukan pemeriksaan kesehatan berdua saat pranikah. Perhatikan pula keluarganya apakah ada yang punya riwayat penyakit yang dapat menurun dan bisa berakibat fatal. Terkadang suatu penyakit dapat diturunkan ke anak dan atau cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Dapat Dikontrol dan Mengontrol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;font-size:100%;" &gt;Di saat isteri melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan, berbicaralah dengan baik tanpa emosi bahwa sebaiknya si istri melakukan apa yang kita inginkan beserta alasannya. Begitu juga sebaliknya, di mana kita dapat dikritik isteri pada sikap dan perilaku kita secara kekeluargaan dan baik-baik. Untuk melakukan hal ini diperlukan adanya kesamaan tingkatan atau derajat di mana suami dan isti sama-sama dalam satu tim kepemimpinan yang solid. Bukan hanya suami saja yang jadi pemimpin dan istri cuma manut-manut saja. Umumnya untuk dapat tipe cewek semacam ini adalah yang umur sepantar dan sama-sama pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. Persetujuan Orang Tua, Keluarga, Teman Dan Sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;font-size:100%;" &gt;Hubungan suami isteri harus didukung oleh orang-oang yang ada di sekitar kita mulai dari orang tua, mertua, teman, kerabat, saudara, teman, tetangga, teman kantor, dan lain-lain. Pernikahan yang emosional tanpa dukungan orang dekat dapat berdampak buruk bagi hubungan di masa mendatang. Yang jelas jika belum mendapat persetujuan, anda harus dapat berbicara dengan baik untuk membela argumentasi anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Repost by &lt;a href="http://organisasi.org/tips-cara-memilih-calon-isteri-istri-jodoh-pacar-kriteria-pemilihan-pasangan-hidup-yang-baik"&gt;organisasi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7676501844515680434-2738423176787831618?l=elwanmio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elwanmio.blogspot.com/feeds/2738423176787831618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/12/tips-cara-memilih-calon-isteri-jodoh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/2738423176787831618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/2738423176787831618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/12/tips-cara-memilih-calon-isteri-jodoh.html' title='Tips Cara Memilih Calon Isteri, Jodoh, Pacar &amp; Kriteria Pemilihan Pasangan Hidup Yang Baik'/><author><name>Corat Coret Boejang Lapoek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05131352731248192719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/S4N6ByDbYwI/AAAAAAAAAHI/t0pa-t70Sfs/S220/_MG_60690.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7676501844515680434.post-9105699560722392544</id><published>2009-12-24T16:21:00.000+07:00</published><updated>2009-12-24T16:23:39.289+07:00</updated><title type='text'>Kutitipkan Ibuku pada-Mu ya Allah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;"Nak, bangun, ayo sudah adzan Subuh, shalat jangan sampai kesiangan. Sarapanmu juga sudah ibu siapin di meja, Ayo bangun cepat..." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun bahkan lebih, sejak pertama kali aku bisa mengingatnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Kini usiaku sudah 32 tahun dan aku jadi seorang karyawan disebuah Perusahaan Tambang, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; "Ibu sayang... gak usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku sekarang khan sudah dewasa"  pintaku pada Ibu pada suatu pagi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Wajah ibuku kelihatan langsung berubah. Juga ketika Ibu mengajakku untuk makan siang di sebuah Restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya, dengan maksud ingin menyenangkan dan membahagiakan bu serta mentraktirnya. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku sendiri. Raut muka sedih itu tidak bisa disembunyikan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Kenapa Ibu mudah sekali sedih ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel majalah yang pernah kubaca, konon katanya orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak ..... tapi entahlah.... Niatku ingin membahagiakannya malah membuat Ibu-ku sedih. Seperti biasa, Ibu tidak akan pernah mengatakan apa-apa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; " Bu, maafin aku ya, kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin Ibu sedih selama ini? " &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata di sana .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Terbata-bata Ibu berkata, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; "Selama ini di mata ibu kalian tidak berubah, sama seperti kalian masih kanak-kanak dulu. Tiba-tiba sekarang Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu di samping kalian. Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan pagi untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi mentraktir kalian di Restoran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Semua sekarang sudah bisa kalian lakukan sendiri " &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; “Bukan begitu bu, tapi….......a....a...…,”, aku tak sanggup meneruskan kata-kataku kala kulihat air mata ibuku mulai menetes.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Ya Allah, aku berharap air mata itu tidak membuatku berdosa. Kni aku sadar, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan baginya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Satu hal yang tak pernah aku sadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua kita menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Diam-diam aku merenung sembari bermuhasabah. ..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam usiaku sekarang ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putera putrinya ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Ketika itu kutanya pada Ibu, Ibu menjawab, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; "Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada Ibu. Kalian lahir dengan selamat dan tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan yang luar biasa buat ibu. Kalian menangis dan merengek kala minta digendong atau minta dibelikan mainan adalah kebahagiaan buat ibu. Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu. Kalian menurut dan tidak pernah membantah semua perkataan ibu dan ayah kalian, itu juga kebahagiaan besar buat ibu. Kalian shalat malam dan mengaji serta shalat Dhuha setiap hari, itu juga kebahagiaan yang teramat besar buat ibu. Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu . Setelah dewasa, kalian berperilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba Allah, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan ibu" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Lagi-lagi aku hanya bisa berucap, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; " Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika Ibu menginginkan sesuatu. " &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang wanita karier seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan Ibuku untuk "cuti" dari pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada pembantu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Tapi tidak! Ibuku seorang yang idealis. Menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Pukul 3 dinihari Ibu bangun dan membangunkan kami untuk shalat tahajud. Menunggu subuh Ibu ke dapur menyiapkan sarapan serta seragam Sekolah kami sementara aku dan adik-adik sering tertidur lagi... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Ah, maafin kami Ibu ... 18 jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak pernah membuat Ibu lelah.. Sanggupkah aku ya Allah ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; " Nak... bangun nak, sudah azan subuh .. sarapannya udah Ibu siapin dimeja.. " &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu erat-erat dan sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; " Terimakasih Ibu, aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan Ibu...". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan. .. “Cintaku ini milikmu, kebahagiaan ini milimu juga”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Ibu... Aku masih sangat membutuhkanmu. .. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Sahabatku, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Banyak hikmah dari kisah di atas, antara lain..ternyata ibu kita sama sekali tidak mengharapkan pemberiankita tidak. Beliau sama sekali tidak mengharapkan materi dari kita untuk membahagiakannya. Kita menuruti semua perkataan beliau dan tidak pernah membantah adalah lebih berarti dari berjuta rupiah pemberian uang kita padanya. Kita rajin shalat malam dan mengaji serta shalat Dhuha setiap hari, itu juga kebahagiaan yang teramat besar buat ibu yang tidak dapat dibandingkan dengan pemberian sebongkah berlian kita padanya. Kita berprestasi di pekerjaan dan berperilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba Allah, itu juga merupakan kebahagiaan buat Ibu yang tidak dapat digantikan dengan kita membelikannya Istana beserta isinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Sahabatku, bagi anda yang masih memiliki Ibu, Bahagiakanlah ia, bukan dengan materi, tapi ia akan merasa lebih bahagia kalau kita menelepon dia, mengunjunginya, memijit kaki-nya dan menghabiskan waktu untuk berbincang-bincang dengannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Sahabatku, bagi anda yang kebetulan Ibundanya sudah wafat, Bahagiakanlah dia di alam sana dengan cara mendoakannya setiap habis shalat, menziarahi makamnya, mengaji Yaa siin atau Al Qur’an untuknya, mengirimkan Al Fatihah dan mengunjungi kerabat dan sahabat2 beliau serta bersedekah untuk almarhumah ibunda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Dengan cara itulah ibunda kita akan bahagia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Wallaahua'lam bissawab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; "Ya Allah, cintai Ibuku,sayangilah ia selalu, izinkan aku untuk bisa membahagiakannya, selagi beliau masih hidup dan jika saatnya nanti Ibuku Engkau panggil ya Rabb, panggillah dalam keadaan khusnul khatimah. Ampunilah segala dosa-dosanya dan lpatgandakanlah segala amal kebaikannya serta sayangilah ia sebagaimana ia menyayangi aku selagi aku masih kecil " Amiin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; ”Ya Allah, aku punya pinta, Kutitipkan Ibuku pada-Mu ya Rabb”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7676501844515680434-9105699560722392544?l=elwanmio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elwanmio.blogspot.com/feeds/9105699560722392544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/12/kutitipkan-ibuku-pada-mu-ya-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/9105699560722392544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/9105699560722392544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/12/kutitipkan-ibuku-pada-mu-ya-allah.html' title='Kutitipkan Ibuku pada-Mu ya Allah'/><author><name>Corat Coret Boejang Lapoek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05131352731248192719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/S4N6ByDbYwI/AAAAAAAAAHI/t0pa-t70Sfs/S220/_MG_60690.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7676501844515680434.post-1934823962351899573</id><published>2009-12-10T14:38:00.003+07:00</published><updated>2009-12-10T14:57:04.805+07:00</updated><title type='text'>Operator Telepon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/SyCpvbnzbTI/AAAAAAAAAEY/xfy54DdUFXM/s1600-h/ph01630j1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/SyCpvbnzbTI/AAAAAAAAAEY/xfy54DdUFXM/s200/ph01630j1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413513384432987442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Waktu saya masih amat kecil, ayah sudah memiliki telepon di rumah kami. Inilah telepon masa awal, warnanya hitam, di tempelkan di dinding, dan kalau mau menghubungi operator, kita harus memutar sebuah putaran dan minta disambungkan dengan nomor telepon lain. Sang operator akan menghubungkan secara manual.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Dalam waktu singkat, saya menemukan bahwa, kalau putaran di putar, sebuah suara yang ramah, manis, akan berkata : "Operator". Dan si operator ini maha tahu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Ia tahu semua nomor telepon orang lain!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Ia tahu nomor telepon restoran, rumah sakit, bahkan nomor telepon toko kue di ujung kota.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Pengalaman pertama dengan sang operator terjadi waktu tidak ada seorangpun dirumah, dan jempol kiri saya terjepit pintu. Saya berputar putar kesakitan dan memasukkan jempol ini kedalam mulut tatakala saya ingat .... Operator!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Segera saya putar bidai pemutar dan menanti suaranya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; " Disini operator..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; " Jempol saya kejepit pintu..." kata saya sambil menangis. Kini emosi bisa meluap, karena ada yang mendengarkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; " Apakah ibumu ada di rumah ? " tanyanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; " Tidak ada orang "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; " Apakah jempolmu berdarah ?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; " Tidak , cuma warnanya merah, dan sakiiit sekali "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; " Bisakah kamu membuka lemari es? " tanyanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; " Bisa, naik di bangku. "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; " Ambillah sepotong es dan tempelkan pada jempolmu..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Sejak saat itu saya selalu menelpon operator kalau perlu sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Waktu tidak bisa menjawab pertanyaan ilmu bumi, apa nama ibu kota sebuah Negara, tanya tentang matematik. Ia juga menjelaskan bahwa tupai yang saya tangkap untuk dijadikan binatang peliharaan , makannya kacang atau buah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Suatu hari, burung peliharaan saya mati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Saya telpon sang operator dan melaporkan berita duka cita ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Ia mendengarkan semua keluhan, kemudian mengutarakan kata kata hiburan yang biasa diutarakan orang dewasa untuk anak kecil yang sedang sedih. Tapi rasa belasungkawa saya terlalu besar. Saya tanya : " Kenapa burung yang pintar menyanyi dan menimbulkan sukacita sekarang tergeletak tidak bergerak di kandangnya ?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Ia berkata pelan : " Karena ia sekarang menyanyi di dunia lain..." Kata - kata ini tidak tau bagaimana bisa menenangkan saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Lain kali saya telpon dia lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; " Disini operator "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; " Bagaimana mengeja kata kukuruyuk?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Kejadian ini berlangsung sampai saya berusia 9 tahun. Kami sekeluarga kemudian pindah kota lain. Saya sangat kehilangan " Disini operator "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Saya tumbuh jadi remaja, kemudian anak muda, dan kenangan masa kecil selalu saya nikmati. Betapa sabarnya wanita ini. Betapa penuh pengertian dan mau meladeni anak kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Beberapa tahun kemudian, saat jadi mahasiswa, saya studi trip ke kota asal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Segera sesudah saya tiba, saya menelpon kantor telepon, dan minta bagian "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; operator "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; " Disini operator "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Suara yang sama. Ramah tamah yang sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Saya tanya : " Bisa ngga eja kata kukuruyuk "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Hening sebentar. Kemudian ada pertanyaan : "Jempolmu yang kejepit pintu sudah sembuh kan ?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Saya tertawa. " Itu Anda.... Wah waktu berlalu begitu cepat ya "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Saya terangkan juga betapa saya berterima kasih untuk semua pembicaraan waktu masih kecil. Saya selalu menikmatinya. Ia berkata serius : " Saya yang menikmati pembicaraan dengan mu. Saya selalu menunggu nunggu kau menelpon "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Saya ceritakan bahwa , ia menempati tempat khusus di hati saya. Saya bertanya apa lain kali boleh menelponnya lagi. " Tentu, nama saya Saly "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Tiga bulan kemudian saya balik ke kota asal. Telpon operator. Suara yang sangat beda dan asing. Saya minta bicara dengan operator yang namanya Saly.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Suara itu bertanya " Apa Anda temannya ?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; " Ya teman sangat lama "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; " Maaf untuk kabarkan hal ini, Saly beberapa tahun terakhir bekerja paruh waktu karena sakit sakitan. Ia meninggal lima minggu yang lalu..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Sebelum saya meletakkan telepon, tiba tiba suara itu bertanya : "Maaf, apakah Anda bernama Paul ?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; "Ya "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; " Saly meninggalkan sebuah pesan buat Anda. Dia menulisnya di atas sepotong kertas, sebentar ya....."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Ia kemudian membacakan pesan Saly :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; " Bilang pada Paul, bahwa IA SEKARANG MENYANYI DI DUNIA LAIN... Paul akan mengerti kata kata ini...."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Saya meletakkan gagang telepon. Saya tahu apa yang Saly maksudkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Jangan sekali sekali mengabaikan, bagaimana Anda menyentuh hidup orang lain.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7676501844515680434-1934823962351899573?l=elwanmio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elwanmio.blogspot.com/feeds/1934823962351899573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/12/operator-telepon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/1934823962351899573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/1934823962351899573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/12/operator-telepon.html' title='Operator Telepon'/><author><name>Corat Coret Boejang Lapoek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05131352731248192719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/S4N6ByDbYwI/AAAAAAAAAHI/t0pa-t70Sfs/S220/_MG_60690.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/SyCpvbnzbTI/AAAAAAAAAEY/xfy54DdUFXM/s72-c/ph01630j1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7676501844515680434.post-6352645693985606785</id><published>2009-12-05T23:45:00.002+07:00</published><updated>2009-12-05T23:54:40.197+07:00</updated><title type='text'>Ayah dan Seorang Putrinya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya.&lt;br /&gt;Anak wanita itu bertanya pada ayahnya, "Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda. Ayahnya menjawab, "Sebab Aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu berguman, "Aku tidak mengerti, Ayah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki." demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan. Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya "Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?" Ibunya menjawab "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya itu jawaban Sang Bunda. Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran. Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini. "Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi", "Ku-ciptakan bahunya yang kekar &amp;amp; berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya &amp;amp; kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya".&lt;br /&gt;"Kuberikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuberikan Keperkasaan &amp;amp; mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya &amp;amp; yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuberikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat &amp;amp; membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. " "Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai &amp;amp; mengasihi keluarganya, didalam kondisi &amp;amp; situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak- anaknya agar selalu saling menyayangi &amp;amp; mengasihi sesama saudara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuberikan kebijaksanaan &amp;amp; kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan pengetahuan &amp;amp; menyadarkan Istrinya, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani &amp;amp; bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar &amp;amp; saling melengkapi serta saling menyayangi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuberikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari &amp;amp; menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia &amp;amp; badannya yang terbungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. " "Ku-berikan Kepada laki-laki tanggung jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia &amp;amp; Akhirat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut &amp;amp; berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayanya. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"AKU MENDENGAR &amp;amp; MERASAKAN BEBANMU, AYAH." &lt;/span&gt;Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-Sekedar Corat Coret&lt;/span&gt; "Berbahagialah yang masih memiliki Ayah dan lakukanlah yang terbaik untuknya! Berbahagialah yang merasa sebagai ayah dan lakukanlah yang terbaik Buat keluarga kita".-&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7676501844515680434-6352645693985606785?l=elwanmio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elwanmio.blogspot.com/feeds/6352645693985606785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/12/ayah-dan-seorang-putrinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/6352645693985606785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/6352645693985606785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/12/ayah-dan-seorang-putrinya.html' title='Ayah dan Seorang Putrinya'/><author><name>Corat Coret Boejang Lapoek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05131352731248192719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/S4N6ByDbYwI/AAAAAAAAAHI/t0pa-t70Sfs/S220/_MG_60690.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7676501844515680434.post-6411846879060497087</id><published>2009-12-01T20:58:00.006+07:00</published><updated>2009-12-01T21:12:38.156+07:00</updated><title type='text'>Misteri Mekkah dan Hajar Aswad</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/SxUhwAQLanI/AAAAAAAAAEA/G9VDXdbJaG8/s1600/7221_1127292498524_1113521999_30294896_6488039_a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 116px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/SxUhwAQLanI/AAAAAAAAAEA/G9VDXdbJaG8/s320/7221_1127292498524_1113521999_30294896_6488039_a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410267635940813426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, di berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”&lt;br /&gt;Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada asalan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.&lt;br /&gt;Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.&lt;br /&gt;Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.&lt;br /&gt;Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.&lt;br /&gt;Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/SxUh_KP2bpI/AAAAAAAAAEI/rkRIHzH-nAo/s1600/7221_1127292898534_1113521999_30294897_1312300_a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 180px; height: 216px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/SxUh_KP2bpI/AAAAAAAAAEI/rkRIHzH-nAo/s320/7221_1127292898534_1113521999_30294897_1312300_a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410267896321830546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah batu bundar yang berwarna hitam dan berlubang, terletak di sudut timur Kaabah atau sebelah kiri Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Kaabah), tingginya sekitar 150 sentimeter, di atas tanah.&lt;br /&gt;Batu ini mempunyai lingkaran sekitar 30 sentimeter dan garis tengah 10 sentimeter, lebih besar daripada lingkaran muka seseorang. Kerana itu, seseorang yang ingin mencium batu ini harus memasukkan mukanya ke dalam lubang itu. Kepala yang besar pun dapat dimasukkan ke dalam lubang batu hitam ini. Bahagian luar batu hitam ini diikat dengan pita perak yang berkilat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut banyak riwayat, antara lain daripada Abdullah bin Umar bin Khattab, Hajar Aswad berasal dari syurga. Riwayat oleh Sa’id bin Jubair r.a daripada Ibnu Abbas daripada Ubay bin Ka’b r.a, menerangkan bahawa Hajar Aswad dibawa turun oleh malaikat dari langit ke dunia. Abdullah bin Abbas juga meriwayatkan bahawa Hajar Aswad ialah batu yang berasal dari syurga, tidak ada sesuatu selain batu itu yang diturunkan dari syurga ke dunia ini.&lt;br /&gt;Riwayat-riwayat di atas disebutkan oleh Abu al-Walid Muhammad bin Abdullah bin Ahmad al-Azraki (M.224 H/837 M), seorang ahli sejarah dan penulis pertama sejarah Mekah.Tidak ditemukan informasi yang jelas tentang siapa yang meletakkan Hajar Aswad itu pertama kali di tempatnya di Kaabah; apakah malaikat ataukah Nabi Adam a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya Hajar Aswad tidak berwarna hitam, melainkan berwarna putih bagaikan susu dan berkilat memancarkan sinar yang cemerlang.Abdullah bin Amr bin As r.a (7 SH-65 H) menerangkan bahawa perubahan warna Hajar Aswad daripada putih menjadi hitam disebabkan sentuhan orang-orang musyrik. Hal yang sama diungkapkan pula oleh Zubair bin Qais (M. 76 H/65 M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya bahawa sesungguhnya Hajar Aswad adalah salah satu batu dunia yang berasal dari syurga yang dahulunya berwarna putih berkilauan, lalu berubah menjadi hitam kerana perbuatan keji dan kotor yang dilakukan oleh orang-orang musyrik.&lt;br /&gt;Namun, kelak batu ini akan berwarna putih kembali seperti sedia kala. Menurut riwayat Ibnu Abbas dan Abdullah bin Amr bin As, dahulu Hajar Aswad tidak hanya berwarna putih tetapi juga memancarkan sinar yang berkilauan. Sekiranya Allah s.w.t tidak memadamkan kilauannya, tidak seorang manusia pun yang sanggup mamandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 606 M, ketika Nabi Muhammad s.a.w berusia 35 tahun, Kaabah mengalami kebakaran besar sehingga perlu dibina kembali oleh Nabi Muhammad s.a.w dan kabilah-kabilah terdapat di Mekah ketika itu. Ketika pembangunan semula itu selesai, dan Hajar Aswad hendak diletakkan kembali ke tempatnya, terjadilah perselisihan di antara kabilah-kabilah itu tentang siapa yang paling berhak untuk meletakkan batu itu di tempatnya.&lt;br /&gt;Melihat keadaan ini, Abu Umayyah bin Mugirah dari suku Makzum, sebagai orang yang tertua, mengajukan usul bahawa yang berhak untuk meletakkan Hajar Aswad di tempatnya adalah orang yang pertama sekali memasuki pintu Safa keesokan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata orang itu adalah Muhammad yang ketika itu belum menjadi rasul. Dengan demikian, dialah yang paling berhak untuk meletakkan Hajar Aswad itu di tempatnya. Akan tetapi dengan keadilan dan kebijaksanaannya, Muhammad tidak langsung mengangkat Hajar Aswad itu. Baginda melepaskan serbannya dan menghamparkannya di tengah-tengah anggota kabilah yang ada.&lt;br /&gt;Hajar Aswad lalu diletakkannya di tengah-tengah serban itu. Baginda kemudian meminta para ketua kabilah untuk memegang seluruh tepi serban dan secara bersama-sama mengangkat serban sampai ke tempat yang dekat dengan tempat diletakkannya Hajar Aswad. Muhammad sendiri memegang batu itu lalu meletakkannya di tempatnya. Tindakan Muhammad ini mendapat penilaian dan penghormatan yang besar dari kalangan ketua kabilah yang berselisih faham ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, Hajar Aswad tidak dihiasi dengan lingkaran pita perak di sekelilingnya. Lingkaran itu dibuat pada masa-masa berikutnya. Menurut Abu al-Walid Ahmad bin Muhammad al-Azraki (M. 203 H), seorang ahli sejarah kelahiran Mekah, Abdullah bin Zubair adalah orang pertama yang memasang lingkaran pita perak di sekeliling Hajar Aswad, setelah terjadi kebakaran pada Kaabah.&lt;br /&gt;Pemasangan pita perak itu dilakukan agar Hajar Aswad tetap utuh dan tidak mudah pecah. Pemasangan pita perak berikutnya dilakukan pada 189 H, ketika Sultan Harun ar-Rasyid, Khalifah Uthmaniah (memerintah tahun 786-809 M), melakukan umrah di Masjidil Haram. Ia memerintahkan Ibnu at-Tahnan, seorang pengukir perak terkenal ketika itu, untuk menyempurnakan lingkaran pita perak di sekeliling Hajar Aswad dan membuatnya lebih berkilat dan berkilau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha berikutnya dilakukan oleh Sultan Abdul Majid, Khalifah Uthmaniah (1225-1277 H/1839-1861 M). Pada tahun 1268 H, baginda menghadiahkan sebuah lingkaran emas untuk dililitkan pada Hajar Aswad, sebagai pengganti lingkaran pita perak yang telah hilang. Lingkaran emas itu kemudian diganti semula dengan lingkaran perak oleh Sultan Abdul Aziz, Khalifah Uthmaniah (1861-1876 M).&lt;br /&gt;Pada 1331 H, atas perintah Sultan Muhammad Rasyad (Muhammad V, memerintah pada tahun 1909-1918), lingkaran pita perak itu diganti dengan lingkaran pita perak yang baru. Untuk menjaga dan mengekalkan keutuhannya, Hajar Aswad sering dililit dan dilingkari dengan lingkaran pita perak.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7676501844515680434-6411846879060497087?l=elwanmio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elwanmio.blogspot.com/feeds/6411846879060497087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/12/misteri-mekkah-dan-hajar-aswad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/6411846879060497087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/6411846879060497087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/12/misteri-mekkah-dan-hajar-aswad.html' title='Misteri Mekkah dan Hajar Aswad'/><author><name>Corat Coret Boejang Lapoek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05131352731248192719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/S4N6ByDbYwI/AAAAAAAAAHI/t0pa-t70Sfs/S220/_MG_60690.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/SxUhwAQLanI/AAAAAAAAAEA/G9VDXdbJaG8/s72-c/7221_1127292498524_1113521999_30294896_6488039_a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7676501844515680434.post-8796779250327165602</id><published>2009-11-29T20:15:00.021+07:00</published><updated>2009-12-30T23:26:52.229+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7676501844515680434-8796779250327165602?l=elwanmio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elwanmio.blogspot.com/feeds/8796779250327165602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/11/tata-cara-merangsang-payudara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/8796779250327165602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/8796779250327165602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/11/tata-cara-merangsang-payudara.html' title=''/><author><name>Corat Coret Boejang Lapoek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05131352731248192719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/S4N6ByDbYwI/AAAAAAAAAHI/t0pa-t70Sfs/S220/_MG_60690.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7676501844515680434.post-3739205587057982426</id><published>2009-11-29T16:24:00.004+07:00</published><updated>2009-11-29T16:50:27.888+07:00</updated><title type='text'>30 Rahasia Wanita Terungkap</title><content type='html'>Banyak yang kita(lelaki) tidak ketahui bahasa-bahasa kalbu yang ada didalam diri seorang wanita. Mungkin karna kita(lelaki) lebih sering menggunakan logika ketimbang menggunakan&lt;br /&gt;perasaan dan bahkan seorang wanita mengatakan bahwa para lelaki itu kurang peka atau tidak&lt;br /&gt;punya perasaan. nah, saya ingin berbagi info mengenai rahasia-rahasia yang sebenernya ada didalam diri wanita! semoga aja bisa bermanfaat, heeee :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia Wanita, memang tidak ada yang mengetahui apa isi hati setiap wanita. Apalagi isi hati kaum perempuan terkadang sulit untuk diterka.&lt;br /&gt;Terkadang ingin A tapi besoknya bisa berubah jadi B. Bagaimana dengan rahasia-rahasia wanita yang ada dalam hati, berikut rahasianya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bila seorang wanita mengatakan dia sedang bersedih,tetapi dia tidak meneteskan airmata, itu berarti dia sedang menangis di dalam hatinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila dia tidak menghiraukan kamu setelah kamu menyakiti hatinya, lebih baik kamu beri dia waktu untuk menenangkan hatinya sebelum kamu menegur dengan ucapan maaf.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita sulit untuk mencari sesuatu yang dia benci tentang orang yang paling dia sayang, oleh karena itu banyak wanita yang patah hati bila hubungannya putus di tengah jalan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika sorang wanita jatuh cinta dengan seorang lelaki, lelaki itu akan sentiasa ada di pikirannya walaupun ketika dia sedang dengan lelaki lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila lelaki yang dia cintai merenung tajam ke dalam matanya, dia akan cair seperti coklat!!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita memang menyukai pujian tetapi selalu tidak tahu cara menerima pujian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika kamu tidak suka dengan gadis yang menyukai kamu setengah mati, tolak cintanya dengan lembut, jangan kasar karena ada satu semangat dalam diri wanita yang kamu tak akan tahu bila dia telah membuat keputusan, dia akan melakukan apa saja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika seorang gadis sedang menjauhkan diri darimu setelah kamu tolak cintanya, biarkan dia untuk seketika. Jika kamu masih ingin menganggap dia seorang kawan, cobalah tegur dia perlahan-lahan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita suka meluahkan apa yang mereka rasa. Musik, puisi, lukisan dan tulisan adalah cara termudah mereka meluahkan isi hati mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan sesekali beritahu kepada perempuan tentang apa yang membuat mereka langsung merasa tak berguna.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersikap terlalu serius bisa mematikan mood wanita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila pertama kali lelaki yang dicintainya sedang diam memberikan respon positif, misalnya menghubunginya melalui telepon, si gadis akan bersikap acuh tak acuh seolah-olah tidak berminat, tetapi sebenarnya dia akan berteriak senang dan tak sampai sepuluh menit, semua teman-temannya akan tahu berita tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebuah senyuman memberi seribu arti bagi wanita. Jadi jangan senyum sembarangan kepada wanita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika kamu menyukai sorang wanita, mulailah dengan persahabatan. Kemudian biarkan dia mengenalmu lebih dalam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika sorang wanita memberi seribu satu alasan setiap kali kamu ajak keluar, tinggalkan dia karena dia memang tak berminat denganmu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tetapi jika dalam waktu yang sama dia menghubungimu atau menunggu panggilan darimu, teruskan usahamu untuk memikatnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan sesekali menebak apa yang dirasakannya. Tanya dia sendiri!!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah sorang gadis jatuh cinta, dia akan sering bertanya-tanya mengapa aku tak bertemu lelaki ini lebih awal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalau kamu masih mencari-cari cara yang paling romantis untuk memikat hati sorang gadis, bacalah buku-buku cinta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila setiap kali melihat foto bersama, yang pertama dicari oleh wanita ialah siapa yang berdiri di sebelah buah hatinya, kemudian barulah dirinya sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mantan pacarnya akan selalu ada di pikirannya tetapi lelaki yang dicintainya sekarang akan berada di tempat teristimewa di hatinya!!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Satu ucapan ‘Hi’ saja sudah cukup menceriakan harinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Teman baiknya saja yang tahu apa yang sedang dia rasa dan lalui.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita paling benci lelaki yang berbaik-baik dengan mereka semata-mata untuk menggaet kawan mereka yang paling cantik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cinta berarti kesetiaan, jujur dan kebahagiaan tanpa syarat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semua wanita menginginkan seorang lelaki yang dicintainya dengan sepenuh hati..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Senjata wanita adalah airmata!!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita suka jika sesekali orang yang disayanginya memberi surprise buatnya (hadiah, bunga atau sekadar kata-kata romantis). Mereka akan terharu dan merasakan bahwa dirinya dicintai setulus hati. Dengan ini dia tak akan ragu-ragu terhadapmu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita mudah jatuh hati pada lelaki yang perhatian padanya dan baik terhadapnya. So, kalau mau memikat wanita pandai-pandailah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebenarnya mudah mengambil hati wanita kerena apa yang dia mau hanyalah perasaan dicintai dan disayangi sepenuh jiwa.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Begitulah Wanita...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7676501844515680434-3739205587057982426?l=elwanmio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elwanmio.blogspot.com/feeds/3739205587057982426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/11/30-rahasia-wanita-terungkap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/3739205587057982426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/3739205587057982426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/11/30-rahasia-wanita-terungkap.html' title='30 Rahasia Wanita Terungkap'/><author><name>Corat Coret Boejang Lapoek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05131352731248192719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/S4N6ByDbYwI/AAAAAAAAAHI/t0pa-t70Sfs/S220/_MG_60690.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7676501844515680434.post-9065250374357897959</id><published>2009-11-29T00:29:00.004+07:00</published><updated>2009-11-29T00:42:31.342+07:00</updated><title type='text'>Tiga Ciri Orang Ikhlas</title><content type='html'>Jika merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah, kita akan menemukan pangkal masalahnya, yaitu hati yang rusak karena kecenderungan pada syahwat. “Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (Al-Hajj: 46). Rasulullah saw. bersabda, “Ingatlah bahwa dalam tubuh ada segumpal daging, jika baik maka seluruh tubuhnya baik; dan jika buruk maka seluruhnya buruk. Ingatlah bahwa segumpul daging itu adalah hati. (Muttafaqun ‘alaihi). Imam Al-Ghazali pernah ditanya, “Apa mungkin para ulama (para dai) saling berselisih?” Ia menjawab,” Mereka akan berselisih jika masuk pada kepentingan dunia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, pengobatan hati harus lebih diprioritaskan dari pengobatan fisik. Hati adalah pangkal segala kebaikan dan keburukan. Dan obat hati yang paling mujarab hanya ada dalam satu kata &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"ikhlas"&lt;/span&gt;.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kedudukan Ikhlas&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas adalah buah dan intisari dari iman. Seorang tidak dianggap beragama dengan benar jika tidak ikhlas. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-An’am: 162). Surat Al-Bayyinah ayat 5 menyatakan, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” Rasulullah saw. bersabda, “Ikhlaslah dalam beragama; cukup bagimu amal yang sedikit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Jibril bertanya tentang ihsan, Rasul saw. berkata, “Engkau beribadah kepada Allah seolah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihatmu.” Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya.”&lt;br /&gt;Fudhail bin Iyadh memahami kata &lt;em&gt;ihsan&lt;/em&gt; dalam firman Allah surat Al-Mulk ayat 2 yang berbunyi, “&lt;em&gt;Liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala&lt;/em&gt;, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya” dengan makna &lt;em&gt;akhlasahu&lt;/em&gt; (yang paling ikhlas) dan &lt;em&gt;ashwabahu&lt;/em&gt; (yang paling benar). Katanya, “Sesungguhnya jika amal dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar, maka tidak diterima. Dan jika amal itu benar tetapi tidak ikhlas, juga tidak diterima. Sehingga, amal itu harus ikhlas dan benar. Ikhlas jika dilakukan karena Allah Azza wa Jalla dan benar jika dilakukan sesuai sunnah.” Pendapat Fudhail ini disandarkan pada firman Allah swt. di surat Al-Kahfi ayat 110.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi’i pernah memberi nasihat kepada seorang temannya, “Wahai Abu Musa, jika engkau berijtihad dengan sebenar-benar kesungguhan untuk membuat seluruh manusia ridha (suka), maka itu tidak akan terjadi. Jika demikian, maka ikhlaskan amalmu dan niatmu karena Allah Azza wa Jalla.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu tak heran jika Ibnul Qoyyim memberi perumpamaan seperti ini, “Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat.” Dalam kesempatan lain beliau berkata, “Jika ilmu bermanfaat tanpa amal, maka tidak mungkin Allah mencela para pendeta ahli Kitab. Jika ilmu bermanfaat tanpa keikhlasan, maka tidak mungkin Allah mencela orang-orang munafik.”&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Makna Ikhlas&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara bahasa, ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal. Sedangkan secara istilah, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang ikhlas ibarat orang yang sedang membersihkan beras (nampi beras) dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil di sekitar beras. Maka, beras yang dimasak menjadi nikmat dimakan. Tetapi jika beras itu masih kotor, ketika nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu kecil. Demikianlah keikhlasan, menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Sebaliknya, amal yang dilakukan dengan riya akan menyebabkan amal tidak nikmat. Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, bagi seorang dai makna ikhlas adalah ketika ia mengarahkan seluruh perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya untuk Allah, mengharap ridha-Nya, dan kebaikan pahala-Nya tanpa melihat pada kekayaan dunia, tampilan, kedudukan, sebutan, kemajuan atau kemunduran. Dengan demikian si dai menjadi tentara fikrah dan akidah, bukan tentara dunia dan kepentingan. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku.” Dai yang berkarakter seperti itulah yang punya semboyan ‘&lt;em&gt;Allahu Ghayaatunaa&lt;/em&gt;‘, Allah tujuan kami, dalam segala aktivitas mengisi hidupnya.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Buruknya Riya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Makna riya adalah seorang muslim memperlihatkan amalnya pada manusia dengan harapan mendapat posisi, kedudukan, pujian, dan segala bentuk keduniaan lainnya. Riya merupakan sifat atau ciri khas orang-orang munafik. Disebutkan dalam surat An-Nisaa ayat 142, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat itu) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riya juga merupakan salah satu cabang dari kemusyrikan. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku takuti pada kalian adalah syirik kecil.” Sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Riya. Allah berkata di hari kiamat ketika membalas amal-amal hamba-Nya, ‘Pergilah pada yang kamu berbuat riya di dunia dan perhatikanlah, apakah kamu mendapatkan balasannya?’” (HR Ahmad), dan orang yang berbuat riya pasti mendapat hukuman dari Allah swt. Orang-orang yang telah melakukan amal-amal terbaik, apakah itu mujahid, ustadz, dan orang yang senantiasa berinfak, semuanya diseret ke neraka karena amal mereka tidak ikhlas kepada Allah. Kata Rasulullah saw., “Siapa yang menuntut ilmu, dan tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan perhiasan dunia, maka ia tidak akan mendapatkan wangi-wangi surga di hari akhir.” (HR Abu Dawud)&lt;strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ciri Orang Yang Ikhlas&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Orang-orang yang ikhlas memiliki ciri yang bisa dilihat, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam beramal, baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian ataupun celaan. Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Orang yang riya memiliki beberapa ciri; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.” Perjalanan waktulah yang akan menentukan seorang itu ikhlas atau tidak dalam beramal. Dengan melalui berbagai macam ujian dan cobaan, baik yang suka maupun duka, seorang akan terlihat kualitas keikhlasannya dalam beribadah, berdakwah, dan berjihad. Al-Qur’an telah menjelaskan sifat orang-orang beriman yang ikhlas dan sifat orang-orang munafik, membuka kedok dan kebusukan orang-orang munafik dengan berbagai macam cirinya. Di antaranya disebutkan dalam surat At-Taubah ayat 44-45, “Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terjaga dari segala yang diharamkan Allah, baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka. Disebutkan dalam hadits, “Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.” (HR Ibnu Majah). Tujuan yang hendak dicapai orang yang ikhlas adalah ridha Allah, bukan ridha manusia. Sehingga, mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal, baik dalam kondisi sendiri atau ramai, dilihat orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan. Karena mereka yakin Allah Maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam dakwah, akan terlihat bahwa seorang dai yang ikhlas akan merasa senang jika kebaikan terealisasi di tangan saudaranya sesama dai, sebagaimana dia juga merasa senang jika terlaksana oleh tangannya. Para dai yang ikhlas akan menyadari kelemahan dan kekurangannya. Oleh karena itu mereka senantiasa membangun amal jama’i dalam dakwahnya. Senantiasa menghidupkan syuro dan mengokohkan perangkat dan sistem dakwah. Berdakwah untuk kemuliaan Islam dan umat Islam, bukan untuk meraih popularitas dan membesarkan diri atau lembaganya semata. &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-repost by &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.dakwatuna.com/2008/tiga-ciri-orang-ikhlas/"&gt;dakwatuna&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;!-- If the post is in Photo Gallery --&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7676501844515680434-9065250374357897959?l=elwanmio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elwanmio.blogspot.com/feeds/9065250374357897959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/11/tiga-ciri-orang-ikhlas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/9065250374357897959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/9065250374357897959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/11/tiga-ciri-orang-ikhlas.html' title='Tiga Ciri Orang Ikhlas'/><author><name>Corat Coret Boejang Lapoek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05131352731248192719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/S4N6ByDbYwI/AAAAAAAAAHI/t0pa-t70Sfs/S220/_MG_60690.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7676501844515680434.post-5256257052580236553</id><published>2009-11-27T20:17:00.005+07:00</published><updated>2009-11-27T20:38:52.687+07:00</updated><title type='text'>Kajian Yuridis Eksistensi Peradi Dan KAI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/Sw_S4opLVkI/AAAAAAAAABI/ULFc2zOQ9D4/s1600/marbun1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 152px; height: 198px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/Sw_S4opLVkI/AAAAAAAAABI/ULFc2zOQ9D4/s320/marbun1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408773547919889986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;Hingga saat ini, belum terlihat tanda-tanda penyelesaian kemelut antara Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dan Kongres Advokat Indonesia (KAI). Kedua organisasi advokat yang berseteru itu masih bertahan pada pendirian sebagai organisasi tunggal advokat yang sah sesuai Undang-undang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;Bahkan, untuk menunjukkan bahwa eksistensi mereka memperoleh dukungan dari berbagai pihak, berbagai safari dilakukan untuk menemui Presiden, Ketua Mahkamah Agung, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;Cara-cara yang ditempuh kedua organisasi advokat tersebut bukanlah solusi terbaik untuk keluar dari kemelut. Sebaliknya, cara demikian justru mempertontonkan kepada publik ketidakmampuan para advokat menyelesaikan kemelut rumah tangganya sendiri, serta membuka celah intervensi pihak luar atas konflik yang dihadapinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;Organisasi advokat justru mencari gantungan ke atas, yang beresiko menimbulkan dampak negatif terhadap kemandiriannya. Padahal, akan lebih terhormat dan bermartabat apabila yang dicari adalah solusi penyelesaian melalui hukum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;Solusi penyelesaian melalui hukum dimaksud misalnya dengan meminta pendapat hukum (legal opinion) dari para ahli hukum yang netral yang kredibilitasnya tidak diragukan. Atau, meminta beberapa fakultas hukum melakukan kajian hukum dari berbagai aspek, misalnya aspek hukum administrasi, tata negara, perdata, pidana, dan lain-lain. Bahkan, jika perlu, memberi mereka wewenang untuk melakukan mediasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;Dalam kaitan itu, tulisan ini ingin memberikan alternatif solusi bagi kemelut antarorganisasi advokat yang berlarut-larut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Persoalan Hukum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;Salah  satu persoalan hukum (legal issue) yang harus dipecahkan adalah, apakah eksistensi kedua organisasi advokat itu (Peradi dan KAI) sah secara yuridis ditinjau dari Undang-Undang Advokat Nomor 18 Tahun 2003?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;Menyangkut hal ini, Tim 5 pernah menyampaikan pendapat bahwa eksistensi kedua organisasi itu tidak sah dan mengandung cacat yuridis, karena keduanya dibentuk melampaui batas waktu yang ditetapkan undang-undang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Peradi tetap berpendapat bahwa satu-satunya organisasi advokat yang sah sesuai dengan undang-undang adalah Peradi. Karena menurut mereka, Peradi telah dideklarasikan pada 20 Desember 2004 dan dikuatkan dengan akte notaris Buntario Tigris Darmawan, 3 September 2005 di Jakarta. Dengan demikian, Peradi dideklarasikan sebelum berakhirnya batas waktu yang ditentukan undang-undang, karenanya sah secara yuridis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara KAI melihat Peradi tidak sah dan cacat hukum, karena cara pembentukannya tidak dilakukan melalui sebuah kongres, sehingga dianggap tidak representatif. Bahkan, sebagian nama yang tercantum dalam akte notaris pendirian Peradi tidak berstatus advokat. Bagi sebagian advokat ini dianggap sebagai penghinaan terhadap kehormatan profesi advokat, karena organisasinya justru didirikan oleh mereka yang tidak berstatus advokat. Inilah yang menjadi faktor utama digelarnya kongres advokat dan melahirkan KAI. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;UU Advokat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;&lt;br /&gt;UU Advokat Nomor 18 Tahun 2003 disahkan dan dinyatakan mulai berlaku sejak 5 April 2003. Dalam undang-undang itu dirumuskan pengertian organisasi advokat adalah organisasi advokat yang dibentuk selambat-lambatnya dua tahun setelah berlakunya UU Advokat, atau organisasi advokat yang dibentuk sebelum 5 April 2005. Dengan demikian, organisasi advokat yang dinyatakan sah secara yuridis adalah organisasi advokat yang dibentuk sebelum 5 April 2005.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan Pasal 32 ayat 4 merupakan kaidah hukum yang isinya memberikan perintah (gebod) dan kewajiban kepada para advokat untuk membentuk organisasi advokat sebelum 5 April 2005. Artinya, ketentuan itu secara attributive memberikan kewenangan kepada para advokat untuk membentuk suatu organisasi advokat selambat-lambatnya dua tahun sejak disahkan dan dinyatakan berlakunya undang-undang tersebut, yakni paling lambat 5 April 2005.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;Menurut ajaran kewenangan, pembentukan kedua organisasi advokat itu bukan merupakan perbuatan hukum yang sah dan batal demi hukum, karena pembentukannya telah melampaui batas waktu kewenangan yang ditentukan dalam Pasal 32 ayat 4 (onbevoegheid ratione tempori). Dengan demikian, kedua organisasi advokat itu dibentuk oleh subjek hukum yang tidak lagi memiliki wewenang membentuknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;Mengingat secara yuridis pembentukan kedua organisasi advokat itu dianggap tidak pernah ada, maka keadaan harus dikembalikan kepada keadaan semula sebelum dibentuknya kedua organisasi advokat itu (ex-tunc) dan segala tindakan yang pernah dilakukan beserta segala akibat hukum yang ditimbulkannya juga dianggap tidak pernah ada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena perintah atau kewajiban yang diberikan undang-undang itu tidak  mungkin dapat dilaksanakan oleh para advokat sesuai batas waktu yang ditentukan, maka timbul persoalan, upaya hukum apakah yang dapat ditempuh untuk keluar dari kemelut hukum tersebut?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;Dalam ilmu hukum disediakan beberapa cara penyelesaian untuk menerobos kemelut hukum seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt; melalui lembaga “pembebasan” (dispensasi, ontheffing, vrijstelling), yakni agar suatu perbuatan yang tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam undang-undang dapat dilakukan, perlu dimohonkan pembebasan/ kelonggaran terhadap persyaratan tersebut. Sehingga, perbuatan tetap dapat dilakukan, meskipun tidak memenuhi persyaratan. Persetujuan terhadap kelonggaran untuk mengenyampingkan persyaratan itu, haruslah dimohonkan lebih dahulu baru kemudian perbuatan dapat dilaksanakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Kedua,&lt;/span&gt; melalui lembaga “pemutihan”, di mana perbuatan telah dilakukan lebih dahulu, sedangkan persyaratan/ketentuan tidak mungkin untuk dipenuhi, maka terhadap ketentuan itu diberikan kelonggaran. Sehingga, ketentuan yang telah melampaui batas waktu yang ditentukan dan tidak mungkin dipenuhi dapat dikesampingkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;Perbedaan kedua cara penyelesaian tersebut terletak pada waktu perbuatan dilakukan dan dipenuhinya persyaratan. Penyelesaian melalui lembaga pembebasan, persyaratan harus lebih dahulu dinyatakan dikesampingkan, karena tidak mungkin dipenuhi,  kemudian barulah perbuatan dapat dilakukan. Sebaliknya, melalui lembaga pemutihan perbuatan telah dilakukan lebih dahulu, kemudian barulah persyaratan dinyatakan dikesampingkan karena persyaratan tidak mungkin dipenuhi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tataran teoritis, kedua cara penyelesaian tersebut dimungkinkan untuk ditempuh. Namun dalam tataran praktis, muncul persoalan: lembaga manakah yang memiliki kewenangan memberikan pembebasan atau pemutihan tersebut?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;Jika diserahkan kepada MA, apa dasar hukumnya? Melibatkan MA juga menimbulkan resiko mengundang intervensi, sehingga patut dikhawatirkan akan menimbulkan dampak negatif terhadap kemandirian organisasi advokat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu solusi terbaik adalah memohon legislatif review kepada DPR untuk melakukan revisi terhadap ketentuan Pasal 32 ayat 4 UU Advokat, sehingga akan lahir atribusi baru bagi advokat untuk dapat memulai dan menyelenggarakan kongres, guna membentuk suatu organisasi advokat “baru” sebagai satu-satunya wadah tunggal profesi advokat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt; Dengan demikian, akan terbentuk suatu wadah tunggal organisasi advokat yang sah tanpa mengandung cacat hukum. Perpecahan di lingkungan profesi advokat dapat diakhiri dengan cara terhormat, dan seluruh kaidah hukum dalam UU Advokat dapat ditegakkan. Tidak ada lagi yang mengganjal dan semua mulai lagi dari “kilometer nol”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, konsekuensi yuridis dari pernyataan kedua organisasi advokat itu tidak sah dan batal demi hukum dan segala tindakan yang dilakukannya juga dinyatakan batal demi hukum serta dianggap tidak pernah ada, tentunya akan menimbulkan persoalan hukum yang harus dicarikan solusi hukumnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;Misal, bagaimana soal pendidikan khusus profesi advokat dan status hukum para advokat muda? Mungkin melalui kongres dapat dibuatkan suatu keputusan yang menyatakan segala kegiatan yang pernah dilakukan kedua organisasi advokat tersebut dinyatakan sah dan mengikat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, seluruh persoalan hukum beserta akibat hukumnya dapat diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9pt;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:78%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:78%;"  &gt;&lt;strong&gt;"&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://indonesianlawyeronline.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=180:kajian-yuridis-eksistensi-peradi-dan-kai-&amp;amp;catid=95:opini&amp;amp;Itemid=296"&gt;SF. Marbun&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Advokat dan Dosen Tetap Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia&lt;/span&gt;" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7676501844515680434-5256257052580236553?l=elwanmio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elwanmio.blogspot.com/feeds/5256257052580236553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/11/kajian-yuridis-eksistensi-peradi-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/5256257052580236553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/5256257052580236553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/11/kajian-yuridis-eksistensi-peradi-dan.html' title='Kajian Yuridis Eksistensi Peradi Dan KAI'/><author><name>Corat Coret Boejang Lapoek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05131352731248192719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/S4N6ByDbYwI/AAAAAAAAAHI/t0pa-t70Sfs/S220/_MG_60690.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/Sw_S4opLVkI/AAAAAAAAABI/ULFc2zOQ9D4/s72-c/marbun1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7676501844515680434.post-6490638370297257190</id><published>2009-11-27T09:30:00.000+07:00</published><updated>2009-11-27T09:32:24.273+07:00</updated><title type='text'>Makin Dini Pacaran Makin Depresi dan Sakit-sakitan</title><content type='html'>Jangan dulu pacaran kalau masih kecil. Begitu nasihat yang sering disampaikan orangtua pada anaknya yang masih remaja. Ternyata nasihat orangtua itu didukung oleh peneliti, semakin dini seseorang menjalin cinta semakin besar risiko sakit hati, depresi bahkan sakit-sakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam &lt;em&gt;Journal of Pain&lt;/em&gt;, peneliti dari Universite de Montreal, University Hospital Center dan McGill University menemukan anak remaja yang mulai pacaran sejak usia dini lebih banyak mengalami sakit kepala, perut dan pinggang. Mereka juga dilaporkan lebih banyak depresi dibanding rekan seusianya yang belum pernah pacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Isabelle Tremblay, seorang peneliti dari Universite de Montreal serta Dr Michael Sullivan, seorang profesor psikolog dari McGill University telah melakukan studi untuk mengetahui pengaruh menjalin hubungan sejak dini terhadap kesehatan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 382 pelajar remaja berumur rata-rata 12 hingga 17 tahun di Kanada direkrut sebagai partisipan penelitian. Mereka diminta untuk mengisi kuesioner tentang frekuensi dan intensitas mengalami gangguan emosi serta fisik dan juga usia awal mengenal cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya yaitu, seseorang yang mengenal cinta lebih dini cenderung menjadi pribadi yang rapuh, sakit-sakitan, merasa tidak aman dan mudah depresi. "Gejala itu berkembang dari sejak masih kanak-kanak, lalu remaja dan akhirnya ketika dewasa," ujar Sullivan seperti dilansir &lt;em&gt;Sciencedaily&lt;/em&gt;, Kamis (26/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti belum sepenuhnya mengerti mengapa hal itu bisa terjadi. Namun, kesimpulan yang dinyatakan peneliti adalah, seseorang yang menjalin hubungan sejak dini, contohnya remaja, akan memiliki alarm rasa sakit yang lebih tinggi, terutama jika remaja itu menjalin hubungan yang buruk dengan pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka punya kecenderungan tingkat rasa sakit yang lebih mendalam. Mereka benar-benar meresapi perasaan buruk seperti sedih atau kesal karena secara psikologi mereka sudah mengenalnya ketika berhubungan dengan pasangannya,"jelas Sullivan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi akibat terlalu mendalami perasaan sedih dan emosional itu adalah depresi dan penyakit lainnya. "Karena terlalu sedih atau marah, perasan depresi pun bisa muncul. Akibatnya mereka jadi tidak mau makan, kurang tidur atau tidak mau melakukan apa-apa. Dari situlah muncul penyakit-penyakit seperti pusing, sakit perut dan lainnya," jelas Sullivan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang mengenal cinta dan mengalami masalah dalam berhubungan dengan pasangan lebih dulu memiliki pandangan yang lebih serius dan sikap yang lebih tertutup. Hal itu memicu perasaan stres dan penyakit fisik lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, mereka yang belum menjalin cinta pada usia dini cenderung lebih ekspresif dan lebih banyak bersosialisasi dengan yang teman-teman lainnya sebagai bentuk mencari dukungan pada saat mereka sedih atau tidak ada masalah. &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-repost by &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://health.detik.com/read/2009/11/26/173832/1249603/766/makin-dini-pacaran-makin-depresi-dan-sakit-sakitan?993306755"&gt;Detik&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7676501844515680434-6490638370297257190?l=elwanmio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elwanmio.blogspot.com/feeds/6490638370297257190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/11/makin-dini-pacaran-makin-depresi-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/6490638370297257190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/6490638370297257190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/11/makin-dini-pacaran-makin-depresi-dan.html' title='Makin Dini Pacaran Makin Depresi dan Sakit-sakitan'/><author><name>Corat Coret Boejang Lapoek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05131352731248192719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/S4N6ByDbYwI/AAAAAAAAAHI/t0pa-t70Sfs/S220/_MG_60690.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7676501844515680434.post-3364667235225527357</id><published>2009-11-27T00:09:00.003+07:00</published><updated>2010-06-12T11:47:03.813+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7676501844515680434-3364667235225527357?l=elwanmio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elwanmio.blogspot.com/feeds/3364667235225527357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/11/wih-ini-dia-titik-sensitif-agar-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/3364667235225527357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/3364667235225527357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/11/wih-ini-dia-titik-sensitif-agar-wanita.html' title=''/><author><name>Corat Coret Boejang Lapoek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05131352731248192719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/S4N6ByDbYwI/AAAAAAAAAHI/t0pa-t70Sfs/S220/_MG_60690.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7676501844515680434.post-9006049529429070063</id><published>2009-11-26T22:47:00.001+07:00</published><updated>2009-11-26T22:52:31.686+07:00</updated><title type='text'>Seorang Ibu Menitipkan Surat Untuk Anaknya</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: arial;" id="item_body" class="bodytext" author="novelwan" is_pmrepliable="1" author_possessive="novelwan's"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kutitip surat ini untukmu...&lt;br /&gt;Anak-anakku yang kusayangi di bumi Allah ta’ala, segala puji Mama panjatkan ke hadirat Allah ta’ala yang telah memudahkan Mama untuk beribadah kepada-Nya. Shalawat serta salam Mama sampaikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan para shahabatnya. Amin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai anakku,&lt;br /&gt;Surat ini datang dari Mama yang selalu dirundung sengsara. Setelah berpikir panjang Ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun  keraguan dan rasa malu menyelimuti diri. Setiap kali menulis, setiap itu pula gores tulisan terhalangi oleh tangis dan setiap kali menitikkan air mata setiap itu pula hati terluka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai anakku,&lt;br /&gt;Sepanjang masa yang telah engkau lewati, kulihat engkau telah menjadi laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas dan bijak. Karenanya engkau pantas membaca tulisan ini, sekalipun nantinya engkau remas kertas ini lalu engkau merobeknya, sebagaimana sebelumnya engkau telah remas dan telah engkau robek pula perasaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai anakku,&lt;br /&gt;Dua puluh lima tahun telah berlalu, dan tahun-tahun itu merupakan tahun kebahagiaan dalam kehidupanku. Suatu ketika dokter datang menyampaikan tentang kehamilanku dan semua Mama sangat mengetahui arti kalimat tersebut. Bercampur rasa gembira dan bahagia dalam diri ini sebagaimana ia adalah awal mula dari perubahan fisik dan emosi.&lt;br /&gt;Semenjak kabar gembira tersebut, aku membawamu sembilan bulan; tidur, berdiri, makan, dan bernafas dalam kesulitan. Akan tetapi itu semua tidak mengurangi cinta dan kasih sayangku kepadamu. Bahkan ia tumbuh bersama berjalannya waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengandungmu, wahai anakku!&lt;br /&gt;Pada kondisi lemah di atas lemah, bersamaan dengan itu aku gembira tatkala merasakan dan melihat terjangan kakimu atau balikkan badanmu di perutku. Aku merasa puas setiap kali aku menimbang diriku, karena semakin hari aku semakin bertambah berat perutku, berarti engkau sehat wal afiat dalam rahimku. Penderitaan yang berkepanjangan menderaku hingga sampailah saat itu. Ketika fajar pada malam itu, yang aku tidak dapat tidur dan memejamkan mataku sekejap pun. Aku merasakan sakit yang tidak tertahankan dan rasa takut yang tidak dapat dilukiskan. Sakit itu terus berlanjut sehingga membuatku tidak lagi dapat menangis. Sebanyak itu pula aku melihat kematian menari-nari di pelupuk mataku, hingga tibalah waktunya engkau keluar ke dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau pun lahir, tangisku bercampur dengan tangismu, air mata kebahagiaan! Dengan semua itu, sirna semua keletihan dan kesedihan, hilang semua sakit dan penderitaan, bahkan kasihku kepadamu semakin bertambah dengan kuatnya sakit. Aku raih dirimu sebelum aku meraih minuman, aku peluk cium dirimu sebelum meneguk satu tetes air untuk kerongkonganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai anakku,&lt;br /&gt;Telah berlalu tahun dari usiamu. Aku membawamu dengan hatiku dan memandikanmu dengan kedua tangan kasih sayangku. Saripati hidupku kuberikan kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tidur demi tidurmu, berletih demi kebahagiaanmu. Harapanku pada setiap harinya, agar aku melihat senyumanmu. Kebahagiaanku setiap saat adalah celotehmu dalam meminta sesuatu, agar aku berbuat sesuatu untukmu. Itulah kebahagiaanku…!!!&lt;br /&gt;Kemudian berlalulah waktu. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Selama itu pula aku setia menjadi pelayanmu yang tidak pernah lalai, menjadi dayangmu yang tidak pernah berhenti, dan menjadi pekerjamu yang tidak pernah lelah, serta mendoákanmu dalam kebaikan dan taufiq untukmu. Aku selalu memperhatikan dirimu hari demi hari hingga engkau menjadi dewasa. Badanmu yang tegap, ototmu yang kekar, kumis dan jambang tipis yang telah menghiasi wajahmu, telah menambah ketampananmu. Tatkala itu aku mulai melirik ke kiri dan ke kanan demi mencari pasangan hidupmu. Semakin dekat hari perkawinanmu, semakin dekat pula hari kepergianmu. Saat itu pula hatiku mulai merasa teriris-iris, air mataku mengalir, entah apa rasanya hati ini. Bahagia telah bercampur dengan duka, tangis telah bercampur dengan tawa. Bahagia karena engkau mendapatkan pasangan, dan sedih karena engkau pelipur hatiku akan berpisah denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pun berlalu, seakan-akan aku menyeretnya dengan berat. Kiranya setelah perkawinan itu aku tidak lagi mengenal dirimu. Senyummu yang selama ini menjadi pelipur duka dan kesedihan, sekarang telah sirna bagaikan matahari yang ditutupi oleh kegelapan malam. Tawamu yang selama ini kujadikan buluh perindu, sekarang telah tenggelam seperti batu yang dijatuhkan ke dalam kolam yang hening, dengan dedaunan yang berguguran. Aku benar-benar tidak mengenalmu lagi, karena engkau telah melupakanku dan melupakan hakku.&lt;br /&gt;Terasa lama hari-hari yang kulewati hanya untuk melihat rupamu. Detik demi detik ku hitung demi mendengarkan suaramu. Akan tetapi penantian kurasakan sangat penjang. Aku selalu berdiri di pintu hanya untuk melihat dan menanti kedatanganmu. Setiap kali berderit pintu aku menyangka bahwa engkaulah yang datang itu. Setiap kali telepon berdering aku merasa bahwa engkaulah yang menepon. Setiap suara kendaraan lewat aku merasa bahwa engkaulah yang datang.&lt;br /&gt;Akan tetapi semu itu tidak ada. Penantianku telah sia-sia, dan harapanku hancur berkeping. Yang ada hanya keputusasaan, yang tersisa hanyalah kesedihan dari semua keletihan yang selama ini kurasakan. Sambil menangisi diri dan nasib yang memang telah ditakdirkan oleh-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku,&lt;br /&gt;Mama ini tidaklah meminta banyak, dan tidaklah menagih kepadamu yang bukan-bukan. Yang Mama pinta, jadikan Mama sebagai sahabat dalam kehidupanmu. Jadikanlah Mamamu yang malang ini sebagai pembantu di rumahmu, agar bisa juga aku menatap wajahmu, agar Mama teringat pula dengan hari-hari behagia masa kecilmu dan Mama memohon kepadamu Nak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah engkau pasang jerat permusuhan denganku, jangan engkau buang wajahmu ketika Mama hendak memandang wajahmu.&lt;br /&gt;Yang Mama tagih kepadamu, jadikanlah rumah Mamamu, salah satu tempat persinggahanmu, agar engkau dapat pula sekali-kali singgah ke sana, sekalipun hanya satu detik. Jangan jadikan ia tempat sampah yang tidak pernah engkau kunjungi, atau sekiranya terpaksa engkau datangi sambil engkau tutup hidungmu dan engkau pun berlalu pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku,&lt;br /&gt;Telah bungkuk pula punggungku. Bergemetarlah tanganku, karena badanku telah dimakan oleh usia dan digerogoti penyakit. Berdiri seharusnya dipapah, duduk pun seharusnya dibopong, sekali pun begitu cintaku kepadamu masih seperti dulu. Masih seperi lautan yang tidak pernah kering, masih seperti angin yang tidak pernah berhenti. Sekiranya engkau dimuliakan satu hari saja oleh seseorang, niscaya engkau akan balas kebaikannya dengan kebaikan setimpal. Sedangkan kepada Mama, mana balas budimu Nak?! Mana balasan baikmu?! Bukankah air susu seharusnya dibalas dengan air susu serupa?! Akan tetapi kenapa Nak! Susu yang Mama berikan engkau balas dengan air tuba. Bukankah Allah ta’ala berfirman, "Bukankah balasan kebaikan kecuali dengan kebaikan pula?!" (QS. ar-Rahman : 60)&lt;br /&gt;Sampai begitu keraskah hatimu, dan sudah begitu jauhkah dirimu?! Setelah berlalunya hari dan berselangnya waktu?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai anakku,&lt;br /&gt;Setiap kali aku mendengar bahwa engkau bahagia dengan hidupmu, setiap itu pula bertambah kebahagiaanku. Bagaimana tidak, engkau adalah hasil dari kedua tanganku, engkau adalah hasil dari keletihanku. Engkaulah laba dari semua usahaku! Kiranya dosa apa yang telah kuperbuat sehingga engkau jadikan diriku musuh bebuyutanmu? Pernahkah aku berbuat khilaf dalam salah satu waktu selama bergaul denganmu, atau pernahkah aku berbuat lalai dalam melayanimu?&lt;br /&gt;Terus, jika tidak demikian, sulitkah bagimu menjadikan statusku sebagai budak dan pembantu yang hina dari sekian banyak budak dan pembantumu? Semua mereka telah mendapatkan upahnya. Mana upah yang layak untukku wahai anakku?!&lt;br /&gt;Dapatkah engkau berikan sedikit kepadaku di bawah naungan kebesaranmu? Dapatkah engkau menganugerahkan sedikit kasih sayangmu demi mengobati derita orang tua yang malang ini? Sedangkan Allah ta’ala mencintai orang yang berbuat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai anakku,&lt;br /&gt;Aku hanya ingin melihat wajahmu, dan aku tidak menginginkan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai anakku,&lt;br /&gt;Hatiku teriris, air mataku mengalir, sedangkan engkau sehat wal afiat. Orang-orang sering mengatakan bahwa engkau seorang laki-laki yang supel, dermawan, dan berbudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku,&lt;br /&gt;Tidak tersentuhkah hatimu terhadap seorang wanita tua yang lemah, tidak terenyuhkah jiwamu melihat orang tua yang telah renta ini, ia binasa dimakan oleh rindu, berselimutkan kesedihan dan berpakaian kedukaan?! Bukan karena apa-apa. Akan tetapi hanya karena engkau telah berhasil mengalirkan air matanya, hanya karena engkau telah membalasnya dengan luka di hatinya, hanya karena engkau telah pandai menikam dirinya dengan belati durhakamu tepat menghunjam jantungnya, hanya karena engkau telah berhasil pula memutuskan tali silaturrahim?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai anakku,&lt;br /&gt;Mama inilah sebenarnya pintu surga bagimu. Maka titilah jembatan menujunya, lewatilah jalannya dengan senyuman yang manis, pemaafan dan balas budi yang baik. Semoga aku bertemu denganmu di sana dengan kasih sayang Allah ta’ala, sebagaimana dalam hadits, "Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Sekiranya engkau mau sia-siakanlah pintu itu atau jagalah." (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku,&lt;br /&gt;Aku sangat mengenalmu, tahu sifatmu dan akhlakmu. Semenjak engkau beranjak dewasa, saat itu pula tamak dan labamu kepada pahala dan surga begitu tinggi. Engkau selalu bercerita tentang keutamaan berjama’ah dan shaf pertama. Engkau selalu berniat untuk berinfak dan bersedekah.&lt;br /&gt;Akan tetapi anakku, mungkin ada satu hadits yang terlupakan olehmu! Satu keutamaan besar yang terlalaikan olehmu yaitu bahwa Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: "Wahai Rasulullah, amal apakah yang laing mulia?" Beliau berkata, "Shalat pada waktunya." Aku berkata: "Kemudian apa?" Beliau berkata, "Berbakti kepada orang tua." Aku berkata: "Kemudian wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Jihad di jalan Allah.", lalu beliau diam. Sekiranya aku bertanya lagi, niscaya beliau akan menjawabnya." (HR. Bukhari, Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai anakku,&lt;br /&gt;Ini aku, pahalamu, tanpa engkau bersusah payah untuk memerdekakan budak atau berletih dalam berinfak. Pernahkah engkau mendengar cerita seorang ayah yang telah meninggalkan keluarga dan anak-anaknya, dan berangkat jauh dari negerinya untuk mencari tambang emas. Setelah tiga puluh tahun dalam perantauan, kiranya ia bawa pulang hanya tangan hampa dan kegagalan. Dia telah gagal dalam usahanya. Setibanya di rumah, orang tersebut tidak lagi melihat gubuk reotnya, tetapi yang dilihatnya adalah sebuah perusahaan tambang emas yang besar. Berletih mencari emas di negeri orang, di sebelah gubuk reotnya orang mendirikan tambang emas.&lt;br /&gt;Begitulah perumpamaanmu dengan kebaikan. Engkau berletih mencari pahala, engkau telah beramal banyak, tapi engkau telah lupa bahwa di dekatmu ada pahala yang begitu besar. Di sampingmu ada orang yang dapat menghalangi atau mempercepat amalmu. Bukankah ridhaku adalah keridhaan Allah, dan murkaku adalah kemurkaan-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku,&lt;br /&gt;Yang aku cemaskan terhadapmu, yang aku takutkan bahwa jangan-jangan engkaulah yang dimaksudkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya, "Merugilah seseorang, merugilah seseorang, merugilah seseorang." Ada yang berkata: "Siapa wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang yang mendapatkan kedua ayah ibunya ketika tua, dan tidak memasukkannya ke surga." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku,&lt;br /&gt;Aku tidak akan angkat keluhan ini ke langit, dan aku tidak aakn adukan duka ini kepada Allah. Karena sekiranya keluhan ini telah membumbung menembus awan, melewati pintu-pintu langit, maka akan menimpamu kebinasaan dan kesengsaraan yang tidak ada obatnya dan tidak ada tabib yang dapat menyembuhkannya. Aku tidak akan melakukannya Nak! Bagaimana aku akan melakukannya sedangkan engkau adalah jantung hatiku. Bagaimana Mama ini kuat menengadahkan tangannya ke langit sedangkan engkau pelipur laraku. Bagaimana Mama tega melihatmu merana terkena do’a mustajab padahal engkau bagiku adalah kebahagiaan hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunlah Nak,&lt;br /&gt;Uban sudah mulai merambat di kepalamu. Akan berlalu masa sehingga engkau akan menjadi tua pula, dan al-jaza’ min jinsil amal.&lt;br /&gt;Engkau akan memetik sesuai dengan apa yang engkau tanam. Aku tidak ingin engkau menulis surat yang sama kepada anak-anakmu, engkau tulis air matamu sebagaimana aku menulisnya dengan air mata itu pula kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai anakku,&lt;br /&gt;Bertaqwalah kepada Allah, pada Mamamu. Sesungguhnya surga di kakinya. Basuhlah air matanya, balurlah kesedihannya, kencangkan tulang ringkihnya, dan kokohkan badannya yang telah lapuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku,&lt;br /&gt;Setelah engkau membaca surat ini, terserah padamu. Apakah engkau sadar diri dan akan kembali, atau engkau ingin merobeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Mama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(diadopsi dari sebuah buku dengan judul yang serupa&lt;br /&gt;karya al-Ustadz Armen Halim Naro hafizhahullah)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita tidak menjadi anak yang durhaka…&lt;br /&gt;Semoga kita dapat selalu berbakti kepadanya…&lt;br /&gt;"Berbaktilah terus kepadanya (sang Mama) karena surga itu berada di bawah telapak kakinya."&lt;br /&gt;hadits diriwayatkan Mu'âwiyah bin Jâhimah yang dikeluarkan Imam Ahmad (Jld.III:429) dan an-Nasâ`iy. Lihat juga, Sunan Ibn Mâjah, no.2781 dan al-Mustadrak karya al-Hâkim, Jld.II, h.104 dan kitab ash-Shahîh, no.1249.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7676501844515680434-9006049529429070063?l=elwanmio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elwanmio.blogspot.com/feeds/9006049529429070063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/11/seorang-ibu-menitipkan-surat-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/9006049529429070063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/9006049529429070063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/11/seorang-ibu-menitipkan-surat-untuk.html' title='Seorang Ibu Menitipkan Surat Untuk Anaknya'/><author><name>Corat Coret Boejang Lapoek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05131352731248192719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/S4N6ByDbYwI/AAAAAAAAAHI/t0pa-t70Sfs/S220/_MG_60690.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7676501844515680434.post-8356716386591811577</id><published>2009-11-21T21:57:00.002+07:00</published><updated>2009-11-21T22:02:05.628+07:00</updated><title type='text'>Kisah Tukang Bakso</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Disuatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman didepan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,…terdengar suara tek…tekk.. .tek…suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat…, ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak – anak, siapa yang mau bakso ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Mauuuuuuuuu. …”, secara serempak dan kompak anak – anak asuhku menjawab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. …&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya&lt;br /&gt;membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Mang kalo boleh tahu, kenapa uang – uang itu Emang pisahkan? Barangkali ada tujuan ?” “Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita â€“ cita penyempurnaan iman “.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Maksudnya.. …?”, saya melanjutkan bertanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari – hari Emang dan keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hatiku sangat…… …..sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : “Iya memang bagus…,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya….”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ia menjawab, ” Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, “mampu”, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Masya Allah…, sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso”. &lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-Repost by Beberapa Sumber-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7676501844515680434-8356716386591811577?l=elwanmio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elwanmio.blogspot.com/feeds/8356716386591811577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/11/kisah-tukang-bakso.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/8356716386591811577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/8356716386591811577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/11/kisah-tukang-bakso.html' title='Kisah Tukang Bakso'/><author><name>Corat Coret Boejang Lapoek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05131352731248192719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/S4N6ByDbYwI/AAAAAAAAAHI/t0pa-t70Sfs/S220/_MG_60690.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7676501844515680434.post-5118283822006338324</id><published>2009-11-21T20:52:00.000+07:00</published><updated>2009-11-21T20:54:37.039+07:00</updated><title type='text'>13 Hal Yang Disukai Pria Dari Wanita</title><content type='html'>Cinta adalah fitrah manusia. Cinta juga salah satu bentuk kesempurnaan penciptaan yang Allah berikan kepada manusia. Allah menghiasi hati manusia dengan perasaan cinta pada banyak hal. Salah satunya cinta seorang lelaki kepada seorang wanita, demikian juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa cinta bisa menjadi anugerah jika luapkan sesuai dengan bingkai nilai-nilai ilahiyah. Namun, perasaan cinta dapat membawa manusia ke jurang kenistaan bila diumbar demi kesenangan semata dan dikendalikan nafsu liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sebagai syariat yang sempurna, memberi koridor bagi penyaluran fitrah ini. Apalagi cinta yang kuat adalah salah satu energi yang bisa melanggengkan hubungan seorang pria dan wanita dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Karena itu, seorang pria shalih tidak asal dapat dalam memilih wanita untuk dijadikan pendamping hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak faktor yang bisa menjadi sebab munculnya rasa cinta seorang pria kepada wanita untuk diperistri. Setidak-tidaknya seperti di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Karena Akidahnya Yang Shahih Jilbab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Keluarga adalah salah satu benteng akidah. Sebagai benteng akidah, keluarga harus benar-benar kokoh dan tidak bisa ditembus. Jika rapuh, maka rusaklah segala-galanya dan seluruh anggota keluarga tidak mungkin selamat dunia-akhirat. Dan faktor penting yang bisa membantu seorang lelaki menjaga kekokohan benteng rumah tangganya adalah istri shalihah yang berakidah shahih serta paham betul akan peran dan fungsinya sebagai madrasah bagi calon pemimpin umat generasi mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menekankah hal ini dalam firmanNya, “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (Al-Baqarah: 221)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Karena Paham Agama dan Mengamalkannya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hal yang membuat seorang lelaki mencintai wanita. Ada yang karena kemolekannya semata. Ada juga karena status sosialnya. Tidak sedikit lelaki menikahi wanita karena wanita itu kaya. Tapi, kata Rasulullah yang beruntung adalah lelaki yang mendapatkan wanita yang faqih dalam urusan agamanya. Itulah wanita dambaan yang lelaki shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, ambillah wanita yang memiliki agama (wanita shalihah), kamu akan beruntung.” (Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. juga menegaskan, “Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan dunia yang paling baik adalah wanita yang shalihah.” (Muslim, Ibnu Majah, dan Nasa’i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, hanya lelaki yang tidak berakal yang tidak mencintai wanita shalihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Dari Keturunan Yang Baik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. mewanti-wanti kaum lelaki yang shalih untuk tidak asal menikahi wanita. “Jauhilah rumput hijau sampah!” Mereka bertanya, “Apakah rumput hijau sampah itu, ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Wanita yang baik tetapi tinggal di tempat yang buruk.” (Daruquthni, Askari, dan Ibnu ‘Adi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu Rasulullah SAW. memberi tuntunan kepada kaum lelaki yang beriman untuk selektif dalam mencari istri. Bukan saja harus mencari wanita yang tinggal di tempat yang baik, tapi juga yang punya paman dan saudara-saudara yang baik kualitasnya. “Pilihlah yang terbaik untuk nutfah-nutfah kalian, dan nikahilah orang-orang yang sepadan (wanita-wanita) dan nikahilah (wanita-wanitamu) kepada mereka (laki-laki yang sepadan),” kata Rasulullah. (Ibnu Majah, Daruquthni, Hakim, dan Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Carilah tempat-tempat yang cukup baik untuk benih kamu, karena seorang lelaki itu mungkin menyerupai paman-pamannya,” begitu perintah Rasulullah saw. lagi. “Nikahilah di dalam “kamar” yang shalih, karena perangai orang tua (keturunan) itu menurun kepada anak.” (Ibnu ‘Adi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Utsman bin Abi Al-’Ash Ats-Tsaqafi menasihati anak-anaknya agar memilih benih yang baik dan menghindari keturunan yang jelek. “Wahai anakku, orang menikah itu laksana orang menanam. Karena itu hendaklah seseorang melihat dulu tempat penanamannya. Keturunan yang jelek itu jarang sekali melahirkan (anak), maka pilihlah yang baik meskipun agak lama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Masih Gadis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Siapapun tahu, gadis yang belum pernah dinikahi masih punya sifat-sifat alami seorang wanita. Penuh rasa malu, manis dalam berbahasa dan bertutur, manja, takut berbuat khianat, dan tidak pernah ada ikatan perasaan dalam hatinya. Cinta dari seorang gadis lebih murni karena tidak pernah dibagi dengan orang lain, kecuali suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Rasulullah SAW. menganjurkan menikah dengan gadis. “Hendaklah kalian menikah dengan gadis, karena mereka lebih manis tutur katanya, lebih mudah mempunyai keturunan, lebih sedikit kamarnya dan lebih mudah menerima yang sedikit,” begitu sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang hal ini A’isyah pernah menanyakan langsung ke Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika engkau turun di sebuah lembah lalu pada lembah itu ada pohon yang belum pernah digembalai, dan ada pula pohon yang sudah pernah digembalai; di manakah engkau akan menggembalakan untamu?” Nabi menjawab, “Pada yang belum pernah digembalai.” Lalu A’isyah berkata, “Itulah aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikahi gadis perawan akan melahirkan cinta yang kuat dan mengukuhkan pertahanan dan kesucian. Namun, dalam kondisi tertentu menikahi janda kadang lebih baik daripada menikahi seorang gadis. Ini terjadi pada kasus seorang sahabat bernama Jabir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. sepulang dari Perang Dzat al-Riqa bertanya Jabir, “Ya Jabir, apakah engkau sudah menikah?” Jabir menjawab, “Sudah, ya Rasulullah.” Beliau bertanya, “Janda atau perawan?” Jabir menjawab, “Janda.” Beliau bersabda, “Kenapa tidak gadis yang engkau dapat saling mesra bersamanya?” Jabir menjawab, “Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah gugur di medan Uhud dan meninggalkan tujuh anak perempuan. Karena itu aku menikahi wanita yang dapat mengurus mereka.” Nabi bersabda, “Engkau benar, insya Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Sehat Jasmani dan Penyayang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Ma’qal bin Yasar berkata, “Seorang lelaki datang menghadap Nabi saw. seraya berkata, “Sesungguhnya aku mendapati seorang wanita yang baik dan cantik, namun ia tidak bisa melahirkan. Apa sebaiknya aku menikahinya?” Beliau menjawab, “Jangan.” Selanjutnya ia pun menghadap Nabi saw. untuk kedua kalinya, dan ternyata Nabi saw. tetap mencegahnya. Kemudian ia pun datang untuk ketiga kalinya, lalu Nabi saw. bersabda, “Nikahilah wanita yang banyak anak, karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian di hadapan umat-umat lain.” (Abu Dawud dan Nasa’i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Rasulullah menegaskan, “Nikahilah wanita-wanita yang subur dan penyayang. Karena sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya kalian dari umat lain.” (Abu Daud dan An-Nasa’i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Berakhlak Mulia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Abu Hasan Al-Mawardi dalam Kitab Nasihat Al-Muluk mengutip perkataan Umar bin Khattab tentang memilih istri baik merupakan hak anak atas ayahnya, “Hak seorang anak yang pertama-tama adalah mendapatkan seorang ibu yang sesuai dengan pilihannya, memilih wanita yang akan melahirkannya. Yaitu seorang wanita yang mempunyai kecantikan, mulia, beragama, menjaga kesuciannya, pandai mengatur urusan rumah tangga, berakhlak mulia, mempunyai mentalitas yang baik dan sempurna serta mematuhi suaminya dalam segala keadaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Lemah-lembut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari A’isyah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Wahai A’isyah, bersikap lemah lembutlah, karena sesungguhnya Allah itu jika menghendaki kebaikan kepada sebuah keluarga, maka Allah menunjukkan mereka kepada sifat lembah lembut ini.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Jika Allah menghendaki suatu kebaikan pada sebuah keluarga, maka Allah memasukkan sifat lemah lembut ke dalam diri mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Menyejukkan Pandangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda, “Tidakkah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dari seorang wanita? (Yaitu) wanita shalihah adalah wanita yang jika dilihat oleh suaminya menyenangkan, jika diperintah ia mentaatinya, dan jika suaminya meninggalkannya ia menjaga diri dan harta suaminya.” (Abu daud dan An-Nasa’i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya sebaik-baik wanitamu adalah yang beranak, besar cintanya, pemegang rahasia, berjiwa tegar terhadap keluarganya, patuh terhadap suaminya, pesolek bagi suaminya, menjaga diri terhadap lelaki lain, taat kepada ucapan dan perintah suaminya dan bila berdua dengan suami dia pasrahkan dirinya kepada kehendak suaminya serta tidak berlaku seolah seperti lelaki terhadap suaminya,” begitu kata Rasulullah saw. lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tak heran jika Asma’ binti Kharijah mewasiatkan beberapa hal kepada putrinya yang hendak menikah. “Engkau akan keluar dari kehidupan yang di dalamnya tidak terdapat keturunan. Engkau akan pergi ke tempat tidur, di mana kami tidak mengenalinya dan teman yang belum tentu menyayangimu. Jadilah kamu seperti bumi bagi suamimu, maka ia laksana langit. Jadilah kamu seperti tanah yang datar baginya, maka ia akan menjadi penyangga bagimu. Jadilah kamu di hadapannya seperti budah perempuan, maka ia akan menjadi seorang hamba bagimu. Janganlah kamu menutupi diri darinya, akibatnya ia bisa melemparmu. Jangan pula kamu menjauhinya yang bisa mengakibatkan ia melupakanmu. Jika ia mendekat kepadamu, maka kamu harus lebih mengakrabinya. Jika ia menjauh, maka hendaklah kamu menjauh darinya. Janganlah kami menilainya kecuali dalam hal-hal yang baik saja. Dan janganlah kamu mendengarkannya kecuali kamu menyimak dengan baik dan jangan kamu melihatnya kecuali dengan pandangan yang menyejukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Realistis Dalam Menuntut Hak dan Melaksanakan Kewajiban&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sifat terpuji seorang wanita yang patut dicintai seorang lelaki shalih adalah qana’ah. Bukan saja qana’ah atas segala ketentuan yang Allah tetapkan dalam Al-Qur’an, tetapi juga qana’ah dalam menerima pemberian suami. “Sebaik-baik istri adalah apabila diberi, dia bersyukur; dan bila tak diberi, dia bersabar. Engkau senang bisa memandangnya dan dia taat bila engkau menyuruhnya.” Karena itu tak heran jika acapkali melepas suaminya di depan pintu untuk pergi mencari rezeki, mereka berkata, “Jangan engkau mencari nafkah dari barang yang haram, karena kami masih sanggup menahan lapar, tapi kami tidak sanggup menahan panasnya api jahanam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Rasulullah, “Istri yang paling berkah adalah yang paling sedikit biayanya.” (Ahmad, Al-Hakim, dan Baihaqi dari A’isyah r.a.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, “Para wanita mempunyai hak sebagaimana mereka mempunyai kewajiban menurut kepantasan dan kewajaran,” begitu firman Allah swt. di surah Al-Baqarah ayat 228. Pelayanan yang diberikan seorang istri sebanding dengan jaminan dan nafkah yang diberikan suaminya. Ini perintah Allah kepada para suami, “Berilah tempat tinggal bagi perempuan-perempuan seperti yang kau tempati. Jangan kamu sakiti mereka dengan maksud menekan.” (At-Thalaq: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Menolong suami dan mendorong keluarga untuk bertakwa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Istri yang shalihah adalah harta simpanan yang sesungguhnya yang bisa kita jadikan tabungan di dunia dan akhirat. Iman Tirmidzi meriwayatkan bahwa sahabat Tsauban mengatakan, “Ketika turun ayat ‘walladzina yaknizuna… (orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menafkahkannya di jalan Allah), kami sedang bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Lalu, sebagian dari sahabat berkata, “Ayat ini turun mengenai emas dan perak. Andaikan kami tahu ada harta yang lebih baik, tentu akan kami ambil”. Rasulullah saw. kemudian bersabda, “Yang lebih utama lagi adalah lidah yang berdzikir, hati yang bersyukur, dan istri shalihah yang akan membantu seorang mukmin untuk memelihara keimanannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;11. Mengerti Kelebihan dan Kekurangan Suaminya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nailah binti Al-Fafishah Al-Kalbiyah adalah seorang gadis muda yang dinikahkan keluarganya dengan Utsman bin Affan yang berusia sekitar 80 tahun. Ketika itu Utsman bertanya, “Apakah kamu senang dengan ketuaanku ini?” “Saya adalah wanita yang menyukai lelaki dengan ketuaannya,” jawab Nailah. “Tapi ketuaanku ini terlalu renta.” Nailah menjawab, “Engkau telah habiskan masa mudamu bersama Rasulullah saw. dan itu lebih aku sukai dari segala-galanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;12. Pandai Bersyukur Kepada Suami&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda, “Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada suaminya, sedang ia sangat membutuhkannya.” (An-Nasa’i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;13. Cerdas dan Bijak Dalam Menyampaikan Pendapat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak suka dengan wanita bijak seperti Ummu Salamah? Setelah Perjanjian Hudhaibiyah ditandatangani, Rasulullah saw. memerintahkan para sahabat untuk bertahallul, menyembelih kambing, dan bercukur, lalu menyiapkan onta untuk kembali pulang ke Madinah. Tetapi, para sabahat tidak merespon perintah itu karena kecewa dengan isi perjanjian yang sepertinya merugikan pihak kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. menemui Ummu Salamah dan berkata, “Orang Islam telah rusak, wahai Ummu Salamah. Aku memerintahkan mereka, tetapi mereka tidak mau mengikuti.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kecerdasan dalam menganalisis kejadian, Ummu Salamah mengungkapkan pendapatnya dengan fasih dan bijak, “Ya Rasulullah, di hadapan mereka Rasul merupakan contoh dan teladan yang baik. Keluarlah Rasul, temui mereka, sembelihlah kambing, dan bercukurlah. Aku tidak ragu bahwa mereka akan mengikuti Rasul dan meniru apa yang Rasul kerjakan.”&lt;br /&gt;Subhanallah, Ummu Salamah benar. Rasulullah keluar, bercukur, menyembelih kambing, dan melepas baju ihram. Para sahabat meniru apa yang Rasulullah kerjakan. Inilah berkah dari wanita cerdas lagi bijak dalam menyampaikan pendapat. Wanita seperti inilah yang patut mendapat cinta dari seorang lelaki yang shalih. &lt;i&gt;-Repost by Beberapa Sumber-&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7676501844515680434-5118283822006338324?l=elwanmio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elwanmio.blogspot.com/feeds/5118283822006338324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/11/13-hal-yang-disukai-pria-dari-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/5118283822006338324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7676501844515680434/posts/default/5118283822006338324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elwanmio.blogspot.com/2009/11/13-hal-yang-disukai-pria-dari-wanita.html' title='13 Hal Yang Disukai Pria Dari Wanita'/><author><name>Corat Coret Boejang Lapoek</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05131352731248192719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_evzwQy5yuhk/S4N6ByDbYwI/AAAAAAAAAHI/t0pa-t70Sfs/S220/_MG_60690.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
